SOROT 346

Cara AS dan Jepang Singkirkan Makanan Berbahaya

sorot hati sapi mentah
Sumber :
  • REUTERS/Toru Hanai

Kesigapan AS

Tidak hanya Jepang yang melakukan aturan main tegas terkait munculnya isu makanan berbahaya. Beberapa negara maju juga memiliki kebijakan mengikat, hingga membuat produsen kuliner nakal tidak berkutik.

Contohnya di Amerika Serikat. Lembaga pengawas peredaran makanan, obat, dan kosmetik di sana, FDA (Food and Drug Administration), dikenal sigap dalam mencegah beredarnya produk-produk berbahaya.

Salah satu bentuk kesigapan ini terlihat dari banyaknya aturan hukum yang mereka jalankan, sehingga setiap produsen makanan dan minuman, benar-benar harus memerhatikan kualitas produk, jika ingin barangnya lolos sensor untuk beredar di pasaran.

The Food and Drugs Act 1906 adalah aturan tertua dari sekian banyak undang-undang hukum kesehatan tentang makanan, obat, dan kosmetik di negara Paman Sam. Jika mau ditotal, konon jumlah undang-undang makanan dan minuman di sana bisa lebih dari 200, yang kesemuanya dikeluarkan dalam rangka membentengi kesehatan masyarakat dan proteksi konsumen.

Ketatnya aturan hukum yang dijalankan bukan tanpa sebab, kebanyakan muncul setelah terjadi isu kesehatan yang mengkhawatirkan, sehingga perlu tindakan nyata untuk memberi rasa tenang. Aturan-aturan ketat itu diberlakukan demi tidak terulangan preseden buruk yang sama.

Dikutip dari laman resmi FDA, berikut adalah beberapa contoh regulasi ketat tentang obat-makanan yang dikeluarkan dengan cepat, setelah terjadi isu kesehatan domestik maupun di luar Amerika Serikat.

The Federal Food, Drug, and Cosmetic Act 1938, muncul setelah sebuah obat ramuan yang beredar secara legal, terbukti beracun dan menewaskan 107 orang, termasuk anak-anak di dalamnya.

Begitu hukum ini terbit, aturan ini merombak total wajah peredaran makanan dan obat-obatan di sana, di mana semuanya kini jadi lebih ketat dan harus memenuhi unsur standar kesehatan yang baik.

Salah satu ketentuan yang diatur dalam hukum ini, adalah sebagai badan resmi pengawas pemerintah, FDA berhak meminta bukti tes dan percobaan keamanan, dari setiap makanan dan obat yang beredar.

Kemudian, setiap produsen makanan harus mengikuti standar kesehatan yang ditentukan, dan FDA berhak melakukan inspeksi di pabrik-pabrik pembuatan makanan dan obat.

Tidak hanya berkaca pada insiden di negaranya sendiri, pemerintah Amerika bahkan tanggap, pada isu kesehatan global. Buktinya, ketika di Eropa terjadi Tragedi Thalidomide, mereka dengan cepat mengeluarkan kebijakan The Kefauver-Harris Amendments 1962.

Tragedi Thalidomide sendiri, adalah salah satu insiden tergelap dalam sejarah industri farmasi dunia. Di tahun 1960-an, obat Thalidomide dipasarkan secara luas ke masyarakat dan diklaim sebagai obat tidur ringan, yang aman dikonsumsi bahkan oleh ibu hamil. Namun hasilnya sungguh mengejutkan, ribuan bayi yang ibunya mengonsumsi obat itu lahir cacat.

Maka sejak itu, Paman Sam gencar memantau peredaran obat-obatan yang masuk negaranya, terutama yang datang dari Eropa. Tak hanya itu, setiap prosusen yang akan mengeluarkan produk makanan dan obat-obatan, harus bisa membuktikan efektivitas obat mereka. Selain itu harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, akankah produk ini akan membawa efek buruk dalam jangka panjang.

Saat ini, dalam setahun, FDA mengawasi sekitar 1 triliun produk makanan, minuman, obat, dan kosmetik yang beredar di Amerika Serikat. Mereka bertugas memastikan semuanya aman, terkecuali untuk jenis daging, unggas, dan telur.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Pemerintah Diminta Sediakan Jaminan Bagi Pekerja Informal
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut