SOROT 355

Kapan Krisis Rumah Berakhir?

Deretan apartemen baru di Jakarta.
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

Tak tanggung-tanggung, potensi dana pembiayaan program sejuta rumah yang ditargetkan Jokowi mencapai Rp67,8 triliun. Kebijakan yang terbaru, pemerintah membangun rusun (rumah susun) minimal 20 lantai, lantaran sulitnya mencari lokasi yang strategis.
 
Seperti diketahui, pembangunan rusun setidaknya membutuhkan lahan dengan luas minimal 3.000 meter persegi. Padahal, lahan seluas itu di tengah kota Jakarta sangat terbatas.

img_title Jadwal Kontingen Indonesia di Asian Games 2026 Hari Ini: Basket Putri Hadapi Thailand, Voli Lawan Nepal
Warga Ria Rio Dipindah Ke Rusun Pinus Elok

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah membangun rusun (rumah susun) minimal 20 lantai, lantaran sulitnya mencari lokasi yang strategis.
img_title Hari ke-10 Pencarian Jurnalis yang Hilang, Tim SAR Sisir Pencarian ke Wilayah Ini
 
img_title 7 Fakta Menarik usai Persib Tekuk FC Seoul di ACL 2: Cetak Sejarah hingga Diguyur Bonus Rp6,19 Miliar
"Persoalan perumahan Jakarta, bisa diselesaikan dengan rusun. Saya melihat, rusun ini dibangun jangan lagi dengan empat, atau lima lantai, kami usahakan di atas 20 lantai," kata Syarif.


 
Target Pembangunan 2015
 
Kementerian PUPR baru saja menender enam titik lokasi rusun. Rencananya, satu titik akan dibangun satu tower (menara) dengan enam lantai. Setiap lantai ada 100 unit.
 
Ada pun, beberapa subsidi yang bisa dinikmati masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), seperti penurunan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dari 7,25 persen menjadi lima persen, dengan masa kredit, atau tenor hingga 20 tahun.
 
Selain itu, pemberian bantuan uang muka Rp4 juta bagi MBR, yang membeli rumah pertamanya dan penurunan pembayaran uang muka kepada bank pelaksana dari lima persen menjadi satu persen untuk KPR rusun.
 
Pemprov DKI juga ambil bagian. Tahun ini, Pemprov menargetkan membangun 50 ribu unit rusunawa.
 
“Kami targetkan akan bangun 50 unit rusunawa. Untuk tahap awal, akan dibangun 21 ribu unit di 15 lokasi rusunawa,” kata Kadis Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Lestari Aji.
 
Ika menjelaskan, dalam waktu dekat ini ada lima rusunawa akan dibangun, yakni di kawasan Kampung Bandan dengan jumlah 1.054 unit, Ujung Menteng sebanyak 1.054 unit, Rawa Buaya 4.576 unit, Waduk Pluit 4.000 unit, dan Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 5.566 unit.
 
Tidak cukup hanya sampai di situ, rencana Pemprov DKI selanjutnya adalah mengintegrasikan rusunawa dengan pusat kegiatan ekonomi untuk semakin memudahkan dan memberikan banyak fasilitas serta pelayanan kepada warga masyarakat.
 
Pasar-pasar besar di lima wilayah DKI dalam keadaan yang sudah tidak layak akan direvitalisasi dan didesain ulang dengan menambahkan unit rusunawa di bagian atas pasar.
 
Dengan demikian, lantai dasar berfungsi sebagai sarana dan prasarana pasar rakyat, sedangkan lantai atas akan dipakai sebagai hunian bagi warga, khususnya para pedagang yang berjualan di pasar tersebut dan warga sekitar.
 
10 lokasi pasar tradisional‎ yang akan disulap untuk menjadi rusun terpadu, yaitu di Pasar Sunter, Pasar Cempaka Putih, Pasar Jembatan Besi, Pasar Sindang, Pasar Serdang, Pasar Grogol, Pasar Lontar Kebon Melati, Pasar Jelambar Polri, Pasar Sukapura, dan Pasar Blok G Tanah Abang.
 
Lalu, bagaimana dengan pengembang swasta. Real Estate Indonesia (REI) menyatakan beberapa pengembang besar sedang merencanakan membangun rumah susun sederhana milik (rusunami).
 
"Kami lihat Pemprov DKI punya banyak program rusun sewa. Dari pengembang, kami sedang merencanakan beberapa pengembang besar membangun rusunami, tetapi di Jabodetabek. Sebab, kalau di Jakarta sulit, lahan semakin mahal," ujar Eddy Hussi, Ketua Umum REI, beberapa waktu lalu.
 
Tahun ini, REI menargetkan bisa membangun 50 ribu unit rusunami yang penyelesaiannya ditargetkan dua hingga tiga tahun ke depan.
 
Lain halnya dengan Perusahaan Umum Perumnas. Pada tahun ini, Perumnas menargetkan membangun 19 ribu unit rusunami di Jabodetabek.
 
"Lokasinya ada di Cengkareng, Kemayoran, Bantar Gebang, Bekasi, dan Karawang. Anggaran untuk membangun apartemen itu dari hasil penjualan dan PMN (penyertaan modal negara)," tutur Dirut Perumnas, Himawan Arief Sugoto.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut