SOROT 360

Demam Transportasi Online

Ribuan Orang Padati Ojek Fair di Senayan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin

Pengamat transportasi Ellen Tangkudung menilai, Gojek, Uber dan aplikasi ridesharing tidak berbisnis dengan sehat. Mereka melakukan banting harga sehingga menuai kecaman dan amarah dari pihak yang dirugikan. Potensi penyalahgunaan layanan juga sangat mungkin terjadi. Apalagi Gojek yang notabene memiliki banyak layanan.

img_title Naik Uber dari Kasablanka ke Setiabudi, Bayarnya Rp595 Ribu!

“Gesekan terjadi kan karena persaingan harga. Harusnya yang dilakukan mereka ya jangan pakai harga banting seperti itu, itu kan harga subsidi, sampai kapan mereka bisa kasih subsidi. Untuk dilegalkan saya tidak setuju," ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 3 September 2015.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenapa tidak dimasukkan dalam angkutan umum di UU, karena dari dahulu kita tahu faktor keselamatan ojek itu rendah. Nah karena faktor keselamatannya rendah maka seharusnya orang yang naik ojek membayar asuransi, karena resikonya lebih besar,” kata dia.

img_title Ratusan Driver Gojek Sweeping Ojek Pangkalan di Margonda

Namun, hal itu disanggah Karun Arya. Ia mengatakan, Uber, Grab, maupun Gojek seharusnya tidak dihadapkan dengan isu transportasi ilegal. Ia beralasan, mereka bukan penyedia jasa transportasi melainkan penyedia teknologi berupa aplikasi untuk transportasi.

“Uber adalah perusahaan teknologi, bukan perusahaan transportasi apalagi penyedia layanan taksi. Di seluruh negara operasional, kami telah berkomitmen untuk membantu pemerintah menghadirkan regulasi spesifik yang masuk akal dan bisa diterapkan untuk menyediakan angkutan yang aman, nyaman dan berkualitas bagi tiap kota. Kami selalu terbuka untuk diskusi dengan pemerintah maupun nonpemerintah mengenai keuntungan dari penggunaan teknologi kami.”

img_title Gojek Dapat Suntikan Dana Lagi Rp7 Triliun

Panas matahari mulai menyengat kulit, dan hari beranjak siang. Jam di tangan juga sudah bergeser ke arah pukul 14.00. Namun, kerumunan orang seolah tak berkurang. Antrian juga masih tampak panjang. Beberapa orang tampak mengelap keringat yang mulai bercucuran. Sementara, sebagian yang lain sudah beranjak pulang dengan menenteng jaket dan helm hasil pembagian.

Ilustrasi Layanan taksi berbasis aplikasi online, Uber.

Jarak Dekat Bayar Rp595 Ribu, Uber Minta Maaf ke Pelanggan

Uber telah menghukum sopir UberX.

img_title
VIVA.co.id
10 Agustus 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut