SOROT 360

Jutaan Rupiah dari Mengaspal

Ilustrasi ojek online.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta
dan siap bersaing dengan kompetitor lainnya," kata Reza. "Ya, intinya, kalau misalnya mau
img_title 3 Truk dan Satu Mobil Tabrakan Beruntun di Tol Slipi, 2 Orang Tewas
go public

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

harus terbuka dan transparan".
img_title Dua Kali Beruntun, Petenis India Karan Singh Sabet Gelar ITF M-15 di Bali


img_title BPH Migas Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU Sulsel Dipicu Kenaikan Harga BBM Non Subsidi
Sementara itu, pengamat marketing, Yuswohady mengatakan, dengan adanya bisnis seperti ini, peran perantara akan hilang. Dulu, masyarakat membeli tiket pesawat melalui agen perjalanan. "Sekarang sudah bisa melalui website. Bisnis ini untungnya banyak. Apalagi melalui aplikasi itu. Ini namanya sharing ekonomi," ujar dia.

Ia juga mengibaratkan pembeli telah dipertemukan langsung oleh penjual, sama-sama enak. "Sebenarnya sistem ini sustainable di dunia. Kita ketinggalan. Bisnis ini bisa memotong lemak yang tumbuh terus. Saya rasa ini akan jalan terus dan ke depannya semakin baik," tutur dia.

Menurut dia, keberadaan ojek dan taksi online merupakan solusi bagi permasalahan sosial. Teknologi punya peran luar biasa untuk inovasi berbasis nilai. Bisnis ini modelnya sangat menarik. Karena bisa mencari penumpang sendiri melalui sistem aplikasi.

"Sebenarnya, bisnis ini sangat menguntungkan. Bukan cuma ke ojek atau taksi onlinenya. Tapi juga ke perusahaan dan pemerintah. Berkat bisnis ini, ada efektivitas. Terutama buat ojek yang sekarang lebih tertata," kata dia, Kamis 4 September 2015.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Strategi Bisnis

Pengamat ekonomi dari Institute Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartato, menjelaskan, dari sisi ekonomi, pengemudi ojek online tidak akan mengalami kerugian, karena perusahaan gencar berpromosi dan di situ pemasukannya.

"Sistemnya, penyediaan aplikasinya itu pintar memainkan pasar. Misalnya untuk yang mau ikut Gojek harus bayar daftar Rp100 ribu untuk administrasi, dikalikan lima ribu orang yang menjadi driver, sudah berapa. Belum lagi capaian target driver saaat cari penumpang kan itu bisa tertutupi," ujarnya.

Mengenai subsidi dari perusahaan Gojek dan Grab Bike terhadap pengemudinya, Enny dan Yuswohady mengatakan, itu adalah bagian dari strategi perusahaan. "Itu bagian strategi mereka, karena bisnis online ini bakal berkembang pesat. Semakin tinggi minat, semakin tinggi juga pemasukannya, bisa dari iklan atau kerja sama lainnya, pemasukan pun semakin meningkat," tutur Enny.

Sisi lain, perusahaan tidak akan rugi. "Tidak ada perusahaan yang mau rugi, tapi dia buat ini sebagai investasi," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut