- REUTERS/Beawiharta
Ia juga mengibaratkan pembeli telah dipertemukan langsung oleh penjual, sama-sama enak. "Sebenarnya sistem ini sustainable di dunia. Kita ketinggalan. Bisnis ini bisa memotong lemak yang tumbuh terus. Saya rasa ini akan jalan terus dan ke depannya semakin baik," tutur dia.
Menurut dia, keberadaan ojek dan taksi online merupakan solusi bagi permasalahan sosial. Teknologi punya peran luar biasa untuk inovasi berbasis nilai. Bisnis ini modelnya sangat menarik. Karena bisa mencari penumpang sendiri melalui sistem aplikasi.
"Sebenarnya, bisnis ini sangat menguntungkan. Bukan cuma ke ojek atau taksi onlinenya. Tapi juga ke perusahaan dan pemerintah. Berkat bisnis ini, ada efektivitas. Terutama buat ojek yang sekarang lebih tertata," kata dia, Kamis 4 September 2015.
Strategi Bisnis
Pengamat ekonomi dari Institute Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartato, menjelaskan, dari sisi ekonomi, pengemudi ojek online tidak akan mengalami kerugian, karena perusahaan gencar berpromosi dan di situ pemasukannya.
"Sistemnya, penyediaan aplikasinya itu pintar memainkan pasar. Misalnya untuk yang mau ikut Gojek harus bayar daftar Rp100 ribu untuk administrasi, dikalikan lima ribu orang yang menjadi driver, sudah berapa. Belum lagi capaian target driver saaat cari penumpang kan itu bisa tertutupi," ujarnya.
Mengenai subsidi dari perusahaan Gojek dan Grab Bike terhadap pengemudinya, Enny dan Yuswohady mengatakan, itu adalah bagian dari strategi perusahaan. "Itu bagian strategi mereka, karena bisnis online ini bakal berkembang pesat. Semakin tinggi minat, semakin tinggi juga pemasukannya, bisa dari iklan atau kerja sama lainnya, pemasukan pun semakin meningkat," tutur Enny.
Sisi lain, perusahaan tidak akan rugi. "Tidak ada perusahaan yang mau rugi, tapi dia buat ini sebagai investasi," kata dia.