- REUTERS/Leonhard Foeger
Disambut Jerman
Selain warga Jerman, Polisi Jerman turut menyambut pengungsi dengan memantau semua jenis kereta yang tiba di stasiun Muenchen, entah kereta Jerman (DB), kereta Austria OBB atau Railjet dan kereta yang datang dari Italia. Begitu pengungsi tiba, satu peleton polisi langsung merapat ke peron kedatangan.
Kehadiran polisi ini mencolok karena mereka mengenakan seragam berwarna biru gelap dengan tulisan Polizei di bagian punggung. Polisi mengumpulkan para pengungsi di peron. Tidak sulit mencari tahu mana yang pengungsi dan bukan. Selain memiliki wajah khas Timur Tengah, mereka tidak membawa koper, seadanya. Sebagian besar pengungsi hanya membawa tas ransel atau tas tangan dan beberapa kantong plastik.
Dari peron kedatangan, para pengungsi kemudian diarahkan berjalan ke aula kedatangan utama, lalu berbelok ke pintu barat stasiun. Di sini sudah ada "Welcome Centre" yang dijaga para relawan yang khusus menyambut pengungsi. Pengungsi disuguhi air minum, buah atau biskuit. Pengungsi juga diberi baju hangat, popok bayi dan makanan bayi siap saji. Mereka lalu diregistrasi.
Jika membutuhkan penanganan medis, maka pengungsi bisa langsung meminta kepada Medizinisches Katastrophen-Hilfswerk, semacam badan penanggulangan bencana khusus pengobatan. Kepala badan ini, Robert Scmitt, mengatakan tim yang terdiri dari 15 dokter dan tenaga medis selalu siaga selama 24 jam sejak bulan September. Mereka juga menyiagakan beberapa mobil ambulans besar dan kecil untuk penanggulangan medis dan tenda untuk menangani pengungsi yang sakit.
Scmitt mengatakan ada sekitar 20 pengungsi yang harus dirawat di rumah sakit, sebagian besar anak-anak. Mereka harus dirawat di ruang isolasi karena memiliki kutu atau penyakit kulit yang menular.
"Kutu dan penyakit kulit ini dapat dimengerti karena selama ini mereka tak memperoleh fasilitas higienis dan tidak mandi selama berminggu-minggu. Penyakit lain yang banyak diderita para pengungsi adalah gangguan pencernaan, infeksi saluran usus, stres, patah tulang atau luka karena terjatuh," ujar Scmitt. Namun, tidak ada penyakit serius yang diderita pengungsi.
Keluar dari Welcome Centre, para pengungsi diantar menggunakan bus ke kota-kota di negara bagian Bayern atau lainnya yang siap menampung para pengungsi.
Dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Edel yang terletak di seberang stasiun kereta api, Wali Kota Muenchen, Dieter Reiter, mengatakan ada seribu orang yang bekerja siang dan malam untuk menangani pengungsi. Tim ini terdiri dari polisi, tim medis, pemadam kebakaran dan sukarelawan.
"Kami akan selalu berusaha yang terbaik. Setiap hari, kami siaga 20-24 jam di stasiun. Kami harus siap mengurus kedatangan para pengungsi yang tiba dengan kereta api. Setiap jam ada 300 hingga 400 orang yang datang," ujar Reiter.