SOROT 380

Peta Gerakan ISIS di Indonesia

Sumber :
  • REUTERS/Yaser Al-Khodor

Cikal Bakal ISIS di Indonesia

img_title Aiptu Budiono Pulih dari Tembakan Jarak Dekat Teroris

Dosen Ilmu Politik FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan pengamat gerakan politik Islam dan terorisme, M Zaki Mubarak, membeberkan bagaimana awal mula ISIS bisa sampai ke Indonesia. Pada 2013, diketahui  tiga tokoh penganut Tauhid wal Jihad, sebuah ideologi jihad yang muncul di Irak pada 2001, yaitu Abu Muhammad Maqdizi, Abu Musab Zarkowi, Abu Bakar Baghdadi, mendirikan ISIS.

Paham tersebut masuk ke Tanah Air pada 2001. Orang pertama di Indonesia yang diketahui menyerap dan menyebarkan paham itu pada 2008 adalah Aman Abdurahman. Aman mampu menerjemahkan lebih dari 50 kitab karangan Abu Muhammad Maqdizi.

Lalu, masih pada 2008, Aman membentuk Jamaah Ansyharut Daulah (JAD). Masuk sebagai anggota perkumpulan itu adalah Santoso alias Abu Wardah yang kemudian mendirikan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), berbasis di Poso, Sulawesi Tengah, Bahrumsyah yang memimpin Mujahidin Indonesia Barat (MIB). Perkumpulan ini didirikan Abu Roban, tewas dalam penyergapan di Batang, Jawa Tengah, pada 8 Mei 2013.

Ada pula Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal, pernah bergabung dengan sayap Al Qaeda di Yaman. Ia kembali ke Indonesia pada 2013, lalu bergabung dengan ISIS dan pergi ke Suriah. Nama lain adalah Bahrun Naim, berafiliasi dengan MIT pimpinan Santoso. Pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS pada 2014 sampai sekarang.

Dari Bahrun Naim inilah, muncul empat eksekutor bom di Thamrin, Jakarta. Mereka adalah Afif alias Sunakim, Muhammad Ali, Dian J Kurniadi dan Ahmad Muhazin.

Mantan teroris asal Lamongan, Jawa Timur, Ali Fauzi Manzi, mengatakan, berdirinya ISIS bagi kelompok radikal di Indonesia menjadi berkah sekaligus bencana. Disebut berkah, karena kehadiran ISIS menjadi momentum bagi kelompok-kelompok radikal ekstrem di Indonesia untuk lebih memaksimalkan gerakannya.

Sedangkan disebut bencana, karena setelah ISIS muncul kelompok-kelompok radikal di Indonesia yang semula bersatu kemudian terpecah belah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Militan ISIS
img_title Penyedia Logistik Kelompok Santoso Dibekuk
Sebelum muncul ISIS, di Indonesia terdapat banyak kelompok Islam radikal.


Ali Fauzi menjelaskan, sebelum muncul ISIS, di Indonesia terdapat banyak kelompok Islam radikal seperti Negara Islam Indonesia/Darul Islam (NII/DI), Kompak, Kelompok Wahdah, Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), dan Jamaah Islamiyah (JI) yang didirikan Abdullah Sunkar dan Abu Bakar Ba'asyir.

"Sebelum ISIS, kelompok-kelompok ini bersatu, saling bahu-membahu membangun simpati satu sama lain," katanya kepada VIVA.co.id.

Tapi, lanjut pria yang pernah mengikuti pelatihan perakitan bahan peledak di Kamp Akademi Moro, Filipina itu, begitu ISIS muncul, kelompok-kelompok radikal tersebut terpecah-pecah.

"Dulu ada JI, begitu ISIS muncul kelompok-kelompok ini porak-poranda. Saya istilahkan, kalau dulu kawan, sekarang lawan," ujarnya.

Ali Fauzi menyebutkan beberapa kelompok radikal yang mengalami perpecahan setelah berdirinya ISIS antara lain: Jamaah Anshorut Tauhid atau JAT dan Jamaah Islamiyah (JI).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Belasan Orang Diamankan, 6 Diduga Kuat Pelaku Bom Thamrin
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut