SOROT 389

Berawal dari Kegelisahan

Roso Budiantoro dan istrinya menyiapkan nasi bungkus gratis untuk dibagikan di program Pagi yang Dahsyat (PYD). Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

Bapak dua anak ini menjelaskan, selain berbagi sarapan gratis, komunitasnya juga memiliki sejumlah program lain seperti wakaf Alquran dan perlengkapan salat, ambulans gratis, bedah rumah, meminjamkan inkubator gratis, dan sedekah barang bekas.

img_title 3 Shio Ini Diprediksi Ketiban Rezeki Melimpah dan Karier Makin Cemerlang September-November

Selain itu, mereka melakukan aktivitas lain yang dimaksudkan untuk menguatkan keagamaan dan spiritualitas. Program itu di antaranya, Majelis Dhuha, Majelis Waqiah, dan Muhasabah. “Jika manusia diibaratkan ponsel yang lowbat, muhasabah ini buat ngecas jemaah Zona Bombong,” ujar salah satu pendiri rumah makan Sambel Layah ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PYD merupakan aktivitas sosial Zona Bombong kedua setelah wakaf Alquran dan perlengkapan salat. Sementara itu, program terbaru adalah Si Bulan dan Debabe. Si Bulan adalah kepanjangan dari Siaga Ambulans yang merupakan program layanan ambulans gratis untuk masyarakat.

img_title Kontennya Ramai Disorot, Publik Penasaran dengan Riwayat Pendidikan Maudy Ayunda

Sementara itu, Debabe adalah kepanjangan dari Sedekah Barang Bekas. Selain itu, ada program peminjaman inkubator gratis.  

Relawan program Inkubator Gratis Zona Bombong, Julius Setya Kesuma (30) mengatakan, setiap tahun ada dua juta bayi yang lahir secara prematur. Selain itu, angka kematian bayi di Indonesia terbilang masih tinggi.

img_title Metode Ini Jadi Senjata Rahasia Atlet eSports Indonesia, Bebas Otot Kaku

Berangkat dari kondisi itu, Zona Bombong membuat program peminjaman inkubator gratis. “Program ini menyasar keluarga kurang mampu yang anaknya lahir prematur dan membutuhkan inkubator," ujarnya di rumah Lasim, salah satu warga yang meminjam inkubator di Desa Kasegeran Rata, Kecamatan Cilongok, Purwokerto, Selasa, 15 Maret 2016.

Area Bussines Leader Bank BTPN Purwokerto ini mengatakan, inkubator itu bisa digunakan siapa saja tanpa mengenal SARA. Warga tinggal menghubungi dia atau lewat SMS center yang sudah disiapkan.

Meski demikian, ia akan mempertimbangkan beberapa hal saat akan meminjamkan inkubator, yakni terkait lokasi, kondisi bayi, dan kondisi ekonomi calon peminjam. ”Prioritas untuk warga miskin.”
      
Meski melakukan berbagai aktivitas sosial, Zona Bombong tak pernah menerima bantuan dana dari pemerintah. Mereka juga tak pernah meminta. Selain mengumpulkan dana secara swadaya, mereka menerima bantuan dari donator yang tak mengikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/03/25/56f5324131afc-inkubator-gratis-zona-bombong_663_382.JPG

Sepasang bayi tertidur di dalam inkubator gratis yang dikelola oleh komunitas Zona Bombong. Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut