SOROT 389

Berawal dari Kegelisahan

Roso Budiantoro dan istrinya menyiapkan nasi bungkus gratis untuk dibagikan di program Pagi yang Dahsyat (PYD). Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

Sekali jalan, ia biasanya membawa sekitar 60 bungkus. “Nasi itu saya bagikan ke tukang becak, pemulung, pengemis, tukang sapu, dan kaum dhuafa yang lain,” ujar pedagang burung ini.

img_title Rapat Paripurna Setujui RUU Pengaturan Reforma Agraria Jadi Usul Inisiatif DPR

Selanjutnya...Zona Bombong

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zona Bombong
Budi merupakan salah satu jemaah Zona Bombong, sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. PYD merupakan salah satu program komunitas yang digawangi oleh anak-anak muda ini. Budi mengaku, sebelum bergabung dan aktif di Zona Bombong, hidupnya tak karuan.

img_title Desktop Seukuran Kotak Sepatu Ini Dibekali Superchip Nvidia, Data Pribadi Diklaim Aman

Hari-harinya diisi dengan menghibur diri, mulai dari dunia malam hingga prostitusi. Bahkan, ia pernah menjadi pecandu narkoba dan obat-obatan terlarang.

Namun, hidupnya berubah 180 derajat sejak ketemu Muhammad Abror, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda sekaligus pembina Zona Bombong. Budi mengaku, sejak berinteraksi dan bergabung dengan Zona Bombong, ia bisa lebih nyaman menjalani hidup. Ekonomi keluarganya pun membaik, juga kehidupan agama dan spiritualnya.

img_title Federasi Australia Kecewa Berat Ditekuk Timnas Indonesia U-20: Hasil Kualifikasi di Bawah Standar

“PYD adalah salah satu program Zona Bombong,” ujar Ketua Zona Bombong, Andien Fardin (36) kepada VIVA.co.id, Selasa, 15 Maret 2016. Salah satu pendiri Zona Bombong ini mengatakan, Budi tak sendiri.

Menurut dia, sebagian besar orang yang menjadi anggota atau jamaah Zona Bombong adalah orang-orang yang sebelumnya pernah terjerembap ke dalam “lubang hitam” atau mengalami masalah. “Mulai dari dunia malam hingga menjalankan bisnis yang tak sesuai aturan dan merugikan,” ujarnya menambahkan.

Pengusaha restoran ini menuturkan, Zona Bombong berdiri sejak November 2012. Selain dia, ada tiga nama lain yang ikut mendirikan komunitas ini.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/03/25/56f5340460a03-ketua-zona-bombong-andien-fardin_663_382.jpg

Ketua Zona Bombong, Andien Fardin. Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

Mereka adalah Heri Kristianto, Uung Ferry, dan Vembry Dwi Widiyanto. Menurut dia, komunitas ini lahir dari interaksi mereka dengan Muhammad Abror dan Pondok Pesantren Nurul Huda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Berawal dari Ponpes Nurul Huda dengan bimbingan Gus Abror,” ujar mantan area manager salah satu perusahaan asuransi nasional ini.

Komentar senada disampaikan Heri Kristianto (33). Salah satu pendiri Zona Bombong ini mengatakan, Gus Abror dan Ponpes Nurul Huda menjadi awal lahirnya komunitas ini. Awalnya, ia dan sejumlah temannya yang gelisah dengan kehidupan, datang ke pondok untuk diskusi, curhat atau sekadar numpang tidur dan istirahat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut