- VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian
Sore itu, Zona Bombong menggelar pertemuan dengan sejumlah lembaga yang menyediakan layanan ambulans gratis. Komunitas yang digawangi anak-anak muda ini hendak mengajak mereka untuk melakukan evaluasi dan koordinasi program Si Bulan yang merupakan kepanjangan dari Siaga Ambulans.
Selain itu, rapat dimaksudkan untuk membicarakan pola komunikasi dan koordinasi agar mereka tak overlap saat memberikan layanan kepada warga. “Dari hasil evaluasi sementara, kami masih perlu memperbaiki pola koordinasi,” ujar Heri Kristianto membuka pertemuan.
Heri mengatakan, Si Bulan merupakan program paling anyar dari Zona Bombong. Usia program yang menyasar warga kurang mampu yang membutuhkan ambulans ini belum genap sebulan. Meski demikian, masyarakat sangat antusias. Tak jarang, mereka kewalahan melayani permintaan warga.
“Koordinasi dan komunikasinya masih kurang bagus dan perlu diperbaiki,” ujar jemaah Zona Bombong yang mengurus progam Si Bulan ini menerangkan.
![]()
Si Bulan merupakan program paling anyar dari Zona Bombong. Program ini menyasar warga kurang mampu. Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian
Guna memudahkan layanan, Zona Bombong sudah membuat aplikasi yang bisa diunduh di Google Playstore. Sayangnya, tak semua warga bisa atau mau memanfaatkan aplikasi tersebut. Akibatnya, layanan masih mengandalkan pesan singkat (SMS) atau melalui telepon.
“Warga lebih memiih SMS atau menghubungi call center yang sudah kami sediakan,” dia menjelaskan.
Awalnya, Zona Bombong hanya sendirian dalam menjalankan program Si Bulan. Namun, mereka berusaha mengajak sejumlah pihak yang memiliki layanan yang sama. “Sekarang sudah ada sekitar sepuluh ambulans yang terlibat.”
Selanjutnya...Layanan Gratis
Gratis
Heri menuturkan, jemaah Zona Bombong sebenarnya sudah lama ingin memiliki ambulans gratis untuk menolong warga yang kurang mampu. Namun, karena keterbatasan biaya, program itu baru terealisasi saat ini.
Menurut dia, Si Bulan merupakan pengembangan dari Mobil Pertolongan yang sudah dilakukan komunitasnya jauh-jauh hari. “Mobil Pertolongan bisa digunakan untuk kepentingan apa saja mulai mengantar orang sakit hingga membawa jenazah,” ujarnya.
Berbekal keinginan yang kuat dan tekad, Zona Bombong akhirnya berhasil memiliki mobil ambulans sendiri. “Kami patungan untuk membeli mobil ambulans,” dia menambahkan.