SOROT 389

Meringankan dengan Ambulans

Si Bulan, ambulans gratis milik komunitas Zona Bombong. Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

“Biasanya saya akan terima. Namun, sebelum pulang saya akan kembalikan uang itu sambil mengatakan bahwa mereka butuh uang itu untuk check up lagi.”

img_title 3 Eks Demokrat Gabung NasDem, Siap 'Bertarung' di Pemilu 2029

Tinah (42), salah satu keluarga pasien yang menggunakan layanan Si Bulan mengatakan, dia sudah beberapa kali mendapatkan bantuan dari Si Bulan. Sebab, mertuanya yang bernama Kartem menderita gagal ginjal, sehingga dia harus bolak balik mengantarnya ke rumah sakit untuk cuci darah dua kali dalam sepekan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, Tinah naik angkutan umum untuk mengantar mertuanya ke rumah sakit. Namun, setelah ada Si Bulan, ia beralih menggunakan layanan tersebut. “Saya merasa terbantu sekali mas. Meski gratis tapi pelayanannya bagus,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 16 Maret 2016.

img_title Penuh Haru! Addie MS Kenang Masa Berdirinya Twilite Orchestra

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/03/25/56f5340460a03-ketua-zona-bombong-andien-fardin_663_382.jpg

Ketua Zona Bombong, Andien Fardin mengatakan, Si Bulan merupakan program baru di komunitasnya. Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

img_title Pengamat Sentil Igor Tolic: Belum Bisa Bentuk Kerangka Tim Persib

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih. Terima kasih banget. Karena, ambulans gratis ini sangat membantu dan meringankan beban kami,” ujar Soekarno (43), suami Tinah dengan terbata.

Ia mengatakan, selalu dilayani dengan baik dan tepat waktu. “Saya merasa senang dengan adanya ambulans gratis ini. Karena bisa membantu warga yang tidak mampu.”

Meski tak menarik bayaran dari pasien dan keluarganya, Catur tak pernah pusing dengan biaya operasional Si Bulan. Menurut dia, ada saja donator yang bersedia menanggung bahan bakar. Bahkan, salah satu perusahaan sudah mengaku siap mengurus perawatan ambulans yang ia kendarai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hari beranjak malam. Belasan orang tampak meriung di saung, salah satu rumah makan. Mereka duduk di lantai panggung yang terbuat dari kayu. Di depan mereka tampak sejumlah gelas dengan kopi hitam di dalamnya ditemani kudapan ala kadarnya.

Heri Kristianto, ada di antara mereka. Malam itu, jemaah Zona Bombong menggelar pertemuan, membicarakan sejumlah program. Salah satunya masa depan Si Bulan.

Roso Budiantoro dan istrinya menyiapkan nasi bungkus gratis untuk dibagikan di program Pagi yang Dahsyat (PYD). Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

Berawal dari Kegelisahan

Di Zona Bombong mereka aktif di sosial kemasyarakatan. Berbagi bahagia

img_title
VIVA.co.id
29 Maret 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut