- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
"Intiland telah memiliki pengalaman dalam melakukan reklamasi mulai dari tahun 1980-an yaitu reklamasi Pantai Mutiara. Pengalaman yang dimiliki Intiland akan sangat membantu kami dalam mengembangkan pulau baru tersebut," katanya.
Selain permukiman, Ahok berencana membangun Port of Jakarta dengan menggabungkan lima pulau sekaligus. Kelima pulau tersebut adalah Pulau M,N,O,P, dan Q.
![]()
Seorang aktivis Solidaritas Perempuan menempelkan kertas penolakan reklamasi saat Deklarasi Gerakan Perempuan Tolak Reklamasi di Jakarta. Foto: ANTARA/M Agung Rajasa
Pembangunan kawasan pelabuhan terpadu di pulau reklamasi Teluk Jakarta (Port of Jakarta) diprediksi menelan investasi Rp134 triliun. Angka tersebut berdasarkan perhitungan Pemprov DKI dan perwakilan dari Port of Rotterdam Belanda saat melakukan pematangan ide-ide untuk merealisasikan proyek Port of Jakarta.
Ahok telah menugaskan PT Jakpro untuk menjadi eksekutor utama pembangunan Port of Jakarta. Sebagai badan usaha milik daerah DKI Jakarta dengan 99 persen saham dimiliki pempro DKI Jakarta, Jakpro turut dilibatkan.
Sekretaris Perusahaan Jakpro, Achmad Hidayat, mengatakan, Jakpro, sebagai perusahaan properti, mendapat amanat secara mandat untuk mengembangkan bisnis di pulau reklamasi. Perusahaan pun sudah diberikan surat izin prinsip untuk membangun di sana.
Jakpro menggandeng PT Pelindo II dan PT Pembangunan Jaya Ancol. "Kami di sini bertindak sebagai pemimpin. Artinya, bicara pengembangannya seperti apa pun, kajian apa pun, Jakpro bisa berkontribusi di situ," ucapnya.
Namun diutarakannya, pembangunan tidak mudah. Selain harus membangun, perusahaan ada kewajiban yang harus diselesaikan, dan dipenuhi oleh Jakpro.
Perusahaan sedang melakukan kajian pengembangan, nilai investasi, yang diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah, termasuk keuntungan yang diperoleh dari pembangunan tersebut.
"Sampai saat ini, kami masih lakukan kajian-kajian dengan mitra-mitra kami, dan sudah melakukan kerja sama dengan yang lain," kata Achmad.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pelindo II, Banu Astrini, mengatakan Pelindo II berinisiatif untuk membangun fasilitas terminal peti kemas baru di Tanjung Priok mengingat volume penanganan peti kemas akhir 2009, dan tren ke depan yang hampir memenuhi kapasitas eksisting.