SOROT 398

Menuding Alkohol

Pemusnahan Puluhan Ribu Botol Miras
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin

“Mungkin satu dua kasus ada yang seperti itu (dipicu alkohol). Tapi secara keseluruhan tidak bisa dilihat seperti itu karena khawatirnya kalau melihatnya seperti itu yang kita bereskan mirasnya bukan pemerkosaannya,” kata Azriana.

img_title Ahmad Sahroni Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembebasan Bersyarat Mas Bechi: Jangan Sakiti Korban 2 Kali

Azriana kembali mengingatkan bahwa dalam kultur Indonesia, perempuan cenderung ditempatkan sebagai pihak yang bisa menjadi objek pelampiasan termasuk soal seksual. Dalam kerangka berpikir demikian maka dimungkinkan adanya niat-niat yang ingin mengeksploitasi para calon korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya...Sisi Medis

img_title Kekerasan Seksual pada Anak Terjadi di Palmerah, Polisi Langsung Tahan Tersangka

Sisi Medis

img_title Viral! Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Lapor Polisi Tak Kunjung Membuahkan Hasil, Begini Kata Polda Metro Jaya

Psikolog dari Universitas Indonesia (UI), Vera Itabiliana Hadiwidjojo, menjelaskan  banyak faktor yang menyebabkan adanya kasus-kasus kekerasan seksual. Alkohol benar bisa menjadi faktor meskipun perlu dicatat, bukan yang utama. Yang utama, anak dan remaja tidak dibekali dengan pendidikan seks yang seharusnya bisa membuat mereka paham dan meletakkan seksualitas pada porsinya. 

Dengan kondisi tak siap, remaja dan anak lalu terpapar dengan informasi yang belum layak untuk usia mereka seperti pornografi dan tontonan bernuansa kekerasan. Kondisi psikologis anak pun terganggu. 

“Dengan minimnya pendidikan seksualitas tadi, apa yang mereka lihat ini dapat ditanggapi secara salah sehingga dapat memicu perilaku yang salah pula,” kata Vera Itabiliana.

Ditemui dalam kesempatan berbeda, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan, dr. Fidiansyah SpKJ, mengatakan, untuk mengetahui pasti hubungan alkohol dengan kekerasan seksual maka harus melalui riset yang ilmiah. Sayangnya hal tersebut diakuinya masih kurang di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fidiansyah melanjutkan, minuman keras dan obat-obatan memang bisa memicu perilaku, perasaan dan pikiran manusia namun harus pada dosis tertentu. Di sisi lain, alkohol pada dosis yang sama, pengaruhnya bisa berbeda kepada setiap orang.

“Miras hanya segelintir saja, bisa dibilang pemicu, bagian dari faktor yang ikut memengaruhi. Tapi bukan satu-satunya faktor,” kata Fidiansyah. [aba]

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (kanan)

Respons Menohok Wali Kota Bandung soal Kasus Dokter Cabuli Anak

Kasus dugaan dokter umum berinisial IS cabuli anak di Bandung menuai respons menohok Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Kata Farhan pemerintahan kota Bandung

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut