- VIVA.co.id/Suparman
Kala itu, Usman hanya berjualan dengan cara berkeliling sejauh satu kilometer. Bermodalkan tekad yang besar, usahanya itu terus ia jalani dan mengalami peningkatan di tahun 1965.
Lama kelamaan, mi kocoknya pun dijajakan menggunakan tiga gerobak dibantu ketiga anaknya yakni Dadeng, Wawan, dan Omat. Karena semakin laris dan dicari pembeli, mereka beralih menggunakan jongko (warung kecil) kaki lima dan mendapat dukungan aktif oleh anak kedua Dadeng, Dani. Jongko menjadi cara berjualan terakhir sebelum usaha itu mengambil tempat yang menjadi lokasinya saat ini di Jalan Ahmad Dahlan.
"Pakai tanggung, lama kelamaan ada kemajuan lalu pakai tiga gerobak dan diikuti tiga anaknya yaitu Pak Dadeng, Pak Wawan, dan Pak Omat. Sampai sekarang berdiri dan dikelola sama anaknya Pak Dadeng (alm) sebanyak tujuh orang," ujar Agus.
Hingga saat ini anak keempat Dadeng masih turun langsung mengurus usaha tersebut. Ia bertanggung jawab atas manajemen dan produksi pengemasan.
Ditawari Buka Cabang di Luar Negeri
Menurut Agus, mi kocok racikan almarhum Mang Dadeng ini bisa begitu populer di Bandung bukan tanpa sebab. Cita rasa menu unggulan sop kaki sapi dan sumsum serta menu spesial mi kocok sumsum menjadi kunci kesuksesan usaha tersebut.
![]()
Cita rasa menu unggulan sop kaki sapi dan sumsum serta menu spesial mie kocok sumsum menjadi kunci kesuksesan Mih Kocok Mang Dadeng.
Sekilas, mi kocok ini tak begitu berbeda dengan mi kocok pada umumnya. Perbedaannya terletak pada profil rasa kuah kaldunya khas. Gurih dan kaya rasa. Resep turun-temurun menjadi rahasia kelezatannya.
"Kalau dibilang, ada 27 macam rempah, tapi itu juga rahasia. Yang bisa dibilang itu sampai delapan bumbu," ujarnya.
Proses masaknya dimulai sejak pukul 6 pagi dengan merebus kaki sapi. Dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk merebus kaki sapi muda, sedangkan untuk kaki sapi tua dapat memakan waktu hingga lima jam.
Dalam satu porsi, tampak mangkuk berukuran sedang berisikan mie basah, taoge, kikil dan potongan kaki sapi. Untuk melengkapi hidangan, pelanggan dapat menikmatinya dengan kerupuk putih atau dorokdok.