SOROT 403

Mencicip Rujak Cingur Langganan Presiden

Warung Rujak Cingur Ahmad Jaiz ini sudah berdiri sejak 46 tahun lalu.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

sorot rujak cingur

img_title Kuliner Nusantara Jadi Alasan 58 Persen Wisatawan Asing Berkunjung ke Indonesia

Sejumlah pejabat dan artis yang pernah mampir dipajang di dinding warung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamatan VIVA.co.id, ada foto beberapa pejabat dan artis yang pernah mampir terpajang di dinding warung Rujak Cingur Ahmad Jaiz. Di antaranya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purnawirawan) Sutiyoso. Artis yang pernah berkunjung ke warung ini, di antaranya, Ashanty, istri Anang Hermansyah, dan lainnya.

img_title Dongkrak Industri Kuliner RI, Pelaku Usaha hingga Kreator Bakal Kumpul di TikTok Food Fest 2026

"Anaknya Gus Dur, Mbak Alissa, ada Piyu Padi, juga pernah ke sini. Itu fotonya ada. Kalau pejabat-pejabat dulu yang pernah datang tidak saya foto. Karena dulu kan tidak seperti sekarang, jarang punya kamera dulu," ungkap Sioe.

Ciri Khas

img_title Punya Modal Rp3 Juta? Ini 18 Ide Bisnis Kuliner yang Bisa Bikin Cuan dari Rumah

Harga rujak cingur di warung Rujak Cingur Ahmad Jaiz terbilang mahal jika dibandingkan di warung-warung serupa di Surabaya. Satu porsi Rp60 ribu. Itu dua kali lipat harga rujak cingur pada umumnya di Surabaya yang hanya Rp20-Rp40 ribu per porsi.

sorot rujak cingur

Sioe mengklaim rujak buatannya juga lebih tahan lama dari pada rujak di warung lain.

Kendati mahal, tapi pelanggan tetap warung rujak cingur tersebut, meski pun warung-warung rujak cingur makin banyak berdiri. "Memang mahal, tapi kami kan menjaga kualitasnya dari generasi pertama sampai sekarang," kata Sioe.

Ia menjelaskan, pada dasarnya rujak olahannya tidak jauh berbeda dengan rujak di warung lain. Bahan utamanya ialah sayur, tahu-tempe, bakmi, dan buah-buahan (timun, bengkoang, dan mangga), dan cingur. "Bumbunya dan bahan utamanya juga sama, kacang dan petis," kata Sioe.

Sioe enggan membuka rahasia utama resepnya. Tapi dia sedikit membuka apa yang membedakan dengan rujak di warung lain. Kata Sioe, tempe di rujaknya lebih krispi. "Kalau bumbunya, lebih enak karena cara nguleknya. Kami tahu cara mengulek sehingga bumbunya enak," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sioe mengklaim rujak buatannya juga lebih tahan lama dari pada rujak di warung lain. Bahkan bisa dibungkus dan dibawa pulang pelancong ke luar negeri. "Dibawa ke luar negeri tidak akan bau. Tahan enam jam," klaim dia.

Sioe tak ingin berbagi cerita berapa penghasilannya setiap bulan dari bisnis kuliner rujak cingurnya itu. Tapi melihat rumah megah yang juga jadi warung itu, bisa dikira-kira keuntungan besar diperoleh dari bisnis keluarga turun-temurun tersebut. "Omzet rahasia perusahaan," ucapnya tertawa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut