- Antara/ Arief Priyono
Selanjutnya: Darah dan Kesenjangan
Darah dan Kesenjangan
Valencia mengatakan, beberapa tahun lalu, misalnya pada 2009, untuk mendapatkan darah bisa dibilang susah, butuh waktu 3-4 hari. Padahal, ia yakin ada jutaan orang yang mau mendonorkan darahnya.
"Itu kan semacam gap. Maka dari itu saya berpikir menghubungkan yang butuh darah dan para pendonor," ujarnya kepada Viva.co.id, beberapa waktu lalu.
Memulai langkah sendirian, Valencia berupaya mencari orang yang peduli dengan aksinya melalui internet dan platform media sosial. Dia mengaku untuk mengenalkan BFL ke publik, ia menggunakan cara "jemput bola", aktif menjelajah internet dan akun media sosial dengan menggunakan kata kunci "donor darah", "butuh donor", sampai "butuh darah buat transfusi".
![]()
Pada 2009, untuk mendapatkan darah bisa dibilang susah, butuh waktu 3-4 hari. Padahal, ia yakin ada jutaan orang yang mau mendonorkan darahnya.
Dalam perjalanannya, BFL menggunakan beragam saluran, di antaranya Twitter, Path, Instagram, sampai Facebook, untuk menjalin dan menyebarkan koneksi orang untuk urusan darah.
Saluran media sosial itu dipakai untuk menyebarkan semua informasi kepada jaringan akun BFL di daerah dan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Valencia yang merupakan pendiri BFL mengaku pengaruh platform media sosial sangat besar bagi aksi sosial kelompoknya tersebut. Salah satunya jejaring mereka kini sudah mencapai seluruh wilayah Indonesia.
Jejaring itu pun, kata dia, mampu menyokong operasional BFL yang sejak didirikan memposisikan bukan untuk tujuan profit. "Kami tidak punya dana berlebih, dana kami terbatas dan itu dari volunter. Dengan info yang dikelola di media sosial jadi terkoneksi," ujarnya.
Pemanfaatan media sosial, menurut dia, juga menimbulkan efek gerakan menular yang berbeda dibandingkan dengan donor melalui skema konvensional. Dengan media sosial, darah yang dibutuhkan bisa diketahui dengan cepat.
Kemudian, kehadiran BFL juga mendorong orang makin tertarik untuk melibatkan dalam donor darah. Valencia melihat saat ini orang cenderung kurang tergerak saat melihat acara donor.
Alasannya, kata dia, karena mereka tidak mengetahui sasarannya. Sementara itu, jika donor digerakkan melalui saluran media sosial, maka orang akan langsung tergerak karena mengetahui sasarannya.