- Antara/ Arief Priyono
"Jadi, media sosial itu lebih menyentuh pendonor. Bisa menjembatani kebutuhan," tutur Valencia.
Selanjutnya: IGD Dunia Maya
IGD Dunia Maya
BFL hadir juga untuk membantu lembaga donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI). Dia mengatakan, biasanya dua pekan sebelum dan sesudah Lebaran, stok darah di PMI menipis.
BFL pun mendukung agar pada momen tersebut PMI tidak kosong pasokan darah. Untuk yang berminat, nantinya pendonor harus dilakukan di PMI secara langsung.
![]()
Biasanya dua pekan sebelum dan sesudah Lebaran, stok darah di PMI menipis.
Tapi, mereka tidak langsung mentransfusi, karena harus dicek dulu, bersih atau tidak darahnya. Pengecekan juga untuk memastikan apakah darah pendonor cocok atau tidak dengan yang didonor.
BFL bergerak tak lepas dari kontribusi relawannya. Saat awal pembentukan, BFL disokong oleh 44 orang standby donor dan sekarang sudah ada 110 ribu standby donor.
Istilah standby donor merupakan sebutan bagi pendonor yang menyumbangkan darahnya melalui BFL. Dalam badan sosial ini, tidak mengenal istilah anggota.
Dengan menggunakan media sosial, BFL tiap harinya mengerahkan 12 admin yang bergantian berjaga. Admin yang berjaga ini disebut dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dunia maya.
"Semua orang ke IGD karena urgent ingin dibantu. Kami informasi verifikasi kebutuhannya dan darahnya apa, berapa kantong dan sebagainya," dia menjelaskan.
Begitu mendapatkan informasi yang butuh donor, BFL akan menyebarkan informasi dengan penanda enam tanda pagar (tagar) yaitu, Red Alert yang berarti sangat membutuhkan darah, White Update yang menandakan meninggal, Urgent yang berarti membutuhkan darah, dan Green berarti sudah terpenuhi kebutuhan darahnya.
Meski penggunaan media sosial dan admin yang siap siaga sangat membantu, Valencia mengakui masih terdapat kendala dalam penggunaan saluran di internet tersebut.
Dia mengatakan, semua informasi yang masuk akan langsung diverifikasi, tidak langsung disebarkan. Tapi, meski sudah disampaikan berulang-ulang, masih saja pengguna media sosial yang terus me-mention akun jaringan BFL berkali-kali.
Tantangan lain dalam menggerakkan BFL ini yaitu sokongan dana. Valencia bersyukur, meski BFL tidak komersial dan profit, tapi sampai hari ini masih terus berjalan. Relawan masih terus rela meluangkan waktu untuk melayani sesama melalui organisasi tersebut.