- Antara/ Arief Priyono
Berkat aksinya, bantuan dengan sendirinya berdatangan. Valencia mengatakan, sebelumnya BFL pernah dibantu oleh operator telekomunikasi selama setahun. Tapi, sayangnya bantuan untuk para relawan untuk menyebarkan informasi kebutuhan darah kemudian berhenti.
Ke depan, BFL ingin menjalin operator untuk mendukung admin dalam penggunaan paket data. "Dana memang jadi kendala karena mengandalkan dari volunter, admin kami sering bongkar pasang, tapi mereka tidak berhenti untuk melayani," ujarnya.
Meski dengan dukungan sumber daya yang terbatas, Valencia mengatakan, saat hari biasa dalam sebulan, rata-rata permintaan donor darah mencapai 10-20 permintaan. Sementara itu, saat Ramadan, rata-rata permintaan darah melalui saluran BFL mencapai 50-60 permintaan.
Untuk sebaran, kini BFL sudah hadir perwakilan dan jaringan di 10 kota.
Selanjutnya, Valencia berharap dengan adanya BFL dan gerakan sukarela donor darah, tak ada lagi cerita orang sakit yang kekurangan darah. BFL juga ingin agar nantinya ada kantor khusus.
Valencia berharap, BFL nantinya tak hanya mengurusi donor darah urgent, tapi juga punya divisi yang bergerak membantu orang sakit kurang mampu dan mendidik generasi muda menjadikan donor darah sebagai gaya hidup mereka.
“Darah kita dikasih Tuhan secara cuma-cuma, mari belajar untuk berbagi. Karena sekantong darah kita, tidak akan membuat kita kehilangan apa pun. Tetapi bisa berarti sebuah nyawa buat orang lain, dan bisa berarti senyuman dan masa depan bagi anak-anak mereka," tulis Valencia dalam blog-nya.