- ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
VIVA.co.id - Olimpiade Rio de Janeiro - yang berlangsung selama 5-21 Agustus 2016 - tinggal hitungan hari. Namun, bagi Eko Yuli Irawan, keikutsertaannya pada pesta olahraga terpopuler sedunia itu bukan sekadar untuk jadi penggembira.
Atlet angkat besi itu sudah punya reputasi sebagai langganan penghasil medali bagi Indonesia dalam dua olimpiade terakhir - di Beijing 2008 dan London 2012. Dan dia tidak ingin reputasi itu sirna di Rio. Kalau bisa, tidak sekadar medali perunggu lagi yang didapat, melainkan harus naik kelas, perak atau emas. Maka, sudah jauh-jauh hari Eko bertolak ke Kota Cape Town, Afrika Selatan, untuk berlatih.
"Persiapan sudah lebih baik, walau baru 96 persen dari target. Di Cape Town latihannya semakin berat karena dituntut untuk selalu di level 90-95 persen setiap sesi latihan. Jadi bisa dibilang lebih berat dari pada waktu persiapan di Jakarta. Kalau durasi latihan masih sama 2-3 jam setiap latihan," kata Eko dari Cape Town saat dihubungi VIVA.co.id Rabu dini hari, 27 Juli 2016.
Eko tidak sendiri. Persatuan Angka Besi Seluruh Indonesia (PABSI) mengirim tujuh atlet angkat besi - lima putra dan dua putri - ke Cape Town. Di sana, mereka tidak saja berlatih keras, namun untuk beradaptasi dengan cuaca dan suhu udara.
Kebetulan karakter cuaca di Cape Town tak beda dengan Rio - kota pesisir di Brasil dengan cuacanya yang selalu cerah dan suhu udara rata-rata di atas 30 derajat celcius di siang hari. Selain itu, jarak Cape Town - Rio tidak sejauh Jakarta - Rio. Faktor jarak dan waktu itu sangat penting bagi atlet untuk menjaga kebugaran.Â
Dia dan teman-temannya berlatih di Cape Town selama 8 - 28 Juli 2016. Dari sana, mereka beserta tim pelatih dan ofisial terbang menuju Rio untuk berlaga di gelanggang olimpiade.
"Memang kami berangkat ke Cape Town supaya bisa memangkas jarak waktu di Jakarta ke Rio. Kan perbedaan waktu Jakarta-Rio 10 jam dan Jakarta-Cape Town cuma 5 jam dan dari Cape Town ke Rio juga 5 jam. Jadi biar enggak jetlag terlalu lama saat sudah sampai di Rio nanti," lanjut Eko. Dia tak lupa berharap dukungan doa maupun yel-yel penyemangat dari rakyat Indonesia agar dia dan teman-teman sebangsa sukses merebut medali di Olimpiade Rio.Â
Di Indonesia, angkat Besi memang tidak sepopuler bulu tangkis, apalagi sepakbola. Tapi, bersama dengan pebulu tangkis, para atlet angkat besi ini konsisten mengharumkan nama Indonesia di sejumlah kejuaraan tingkat dunia - termasuk Olimpiade. Seperti Eko - peraih medali di dua olimpiade terakhir.