Gurita TransJakarta

Bus Transjakarta di Terminal Depok, Jawa Barat, Rabu, 22 Juni 2016.
Bus Transjakarta di Terminal Depok, Jawa Barat, Rabu, 22 Juni 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

VIVA.co.id – Jarum jam menunjukkan pukul 05.20 WIB. Adib Wijaya bergegas meninggalkan rumahnya di Pondok Timur, Bekasi Timur, Jawa Barat, dengan menaiki sepeda motor. Pria berusia 50 tahun ini melaju mendekati Pintu Tol Bekasi Timur. Di sebuah tempat penitipan kendaraan dekat Pintu Tol, ayah dari dua anak ini memarkirkan tunggangannya. 

Adib lalu berjalan kaki ke tempat pemberhentian bus TransJakarta rute Bekasi Timur-Grogol yang terletak juga tak jauh dari Pintu Tol. Adib bergabung dengan puluhan orang yang juga menunggu bus yang sama. Sepuluh menit menunggu, bus yang ditunggu pun datang. Adib melesat masuk bersama calon-calon penumpang lainnya. Bus langsung sesak. Kurang dari lima menit mengisi penumpang, bus mulai jalan, memasuki jalan tol yang mengarah ke Jakarta.

Keluar dari Pintu Tol Halim, bus lalu masuk ke jalur bus TransJakarta rute Cawang-Grogol. Di Halte Kuningan Barat, Adib turun, transit pindah ke Bus TransJakarta rute Ragunan menuju Dukuh Atas. Pukul 07.00, Adib sudah tiba di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Sudah tiga bulan Adib menjajal rute perjalanan ini, dimulai sejak munculnya jalur Bus TransJakarta langsung dari Bekasi Timur. Sebelumnya, Adib menaiki bus karyawan sebuah perusahaan, dengan tarif Rp8.000 per perjalanan. Dengan TransJakarta, Adib hanya kena tarif Rp3.500 sekali jalan sampai ke kantor. Selain lebih murah, juga “busnya nyaman, dingin,” katanya kepada VIVA.co.id, Jumat 16 September 2016.

Namun Adib memiliki catatan minus soal TransJakarta ini. Dia mengeluhkan waktu tunggu bus ketika jam pulang kerja. Waktu tunggu bisa mencapai setengah jam. Penumpang pun menumpuk. “Banyak penumpang tidak terbawa.Mungkin mesti ditambah jumlah busnya,” katanya.

Lain lagi keluhan Pingkan, pengguna bus TransJakarta dari Tangerang. Menurut dia, bus TransJakarta belum senyaman kendaraan pribadi.  Selain itu, penumpangnya berdesakan saat jam berangkat dan pulang kantor. “Saya  harap ada peningkatan pelayanan dan kenyamanan,” katanya.

Bus Transjakarta antre di Halte Harmoni

Halaman Selanjutnya
img_title