- VIVA.co.id/Daru Waskita
VIVA.co.id – Sekilas, kendaraan ini tidak ada bedanya dengan becak motor, yaitu sepeda motor yang mengubah dengan tambahan kursi di samping. Namun, kursi penumpang itu beralaskan jok dan dibuat senyaman mungkin. Lebih penting lagi, ada pijakan kecil yang sangat berguna bagi kaum difabel agar tidak kesulitan saat naik ke kursi penumpang.
Sejak tahun lalu, kendaraan-kendaraan itu berseliweran di Kota Yogyakarta. Orang-orang yang biasa disebut difajek, yang bisa jadi singkatan dari difabel ojek. Memang ini adalah kendaraan yang sangat ramah bagi kaum difabel yang ingin naik ojek dengan harga terjangkau. Ini adalah inovasi bisnis cemerlang dari seorang pemuda bernama Triyono. Sebelum dia, belum ada yang melirik model bisnis transportasi demikian.
Penyandang difabel selama ini masih dipandang sebelah mata di masyarakat dan malah tidak sedikit yang dianggap beban bagi keluarganya. Itu yang membuat para orang difabel merasa minder, tidak percaya diri, dan akhirnya putus asa. Seolah mereka tak punya masa depan karena keterbatasan fisik.
Namun, anggapan picik itu didobrak oleh Triyono. Meski berstatus orang difabel, pria di Kota Yogyakarta ini tidak meratapi diri.didobrak oleh Triyono . Meski berstatus orang difabel, pria di Kota Yogyakarta ini tidak meratapi diri. berstatus orang-orang difabel , pria di Kota Yogyakarta ini tidak meratapi diri.
Dia justru tertantang untuk membantu sesama penyadang difabel di Yogyakarta sekaligus bisa mengasah bakatnya sebagai pengusaha. “Saya bisa membuktikan bahwa saya bisa berkarya, mandiri bahkan mampu menghidupi keluarga,” ujarnya suatu ketika.
Tak heran bila kini Triyono dipandang sebagai salah satu wirausahawan yang berhasil. Usaha yang dia garap tergolong unik dan ini belum banyak pengusaha pada umumnya, yaitu membuka bisnis ojek khusus kaum difabel.
Dia tahu bertahan bahwa sulit sekali bagi kaum difabel seperti dirinya untuk bisa pergi ke sana ke mari tanpa berharap belas kasih bantuan bantuan orang lain. Itu sebabnya ojek khusus difabel ini sangat berguna bagi mereka.
Uniknya lagi, ojek ini pun dikemudikan oleh sesama difabel. Ini sangat sesuai dengan filosofi bisnis Triyono, yaitu bisa membantu sesama difabel untuk bekerja dan beraktivitas.