- VIVA.co.id/Purna Karyanto
Saat masa-masa awal Kitabisa.com berdiri, memang tergolong kepayahan. Orang-orang masih apatis, dan ragu kenapa harus menggalang dana di platform tersebut. Saat itu, Timmy merasakan pentingnya sebuah kredibilitas.Â
Untuk menguatkan citra dan kredibilitas Kitabisa.com, dia meminta Andi F Noya, Panji Pragiwaksono dan tokoh lainnya untuk mendukung dan menyokong Kitabisa.com. Peran tokoh publik itu akhirnya bisa berhasil menaikkan kelas Kitabisa.com. Publik lambat-laun makin percaya dengan platform tersebut. Â
Timmy mengungkapkan, saat ini setiap hari, Kitabisa.com mendapat 20 proposal penggalangan dana untuk berbagai hal mulai dari pembangunan masjid, gereja, bantuan individu dan lainnya. Meski saat ini sudah lebih dari 2.500 kampanye yang terdanai, Timmy merendah. Saat ini Kitabisa.com menerima rata-rata 20 proposal per hari. Dia mengimpikan bisa 1.000 proposal per hari.Â
Namun Timmy menyatakan, ukuran suksesnya bukan kuantitas namun kualitas. Sejauh mana Kitabisa.com bisa membantu orang lain.
"Sukses itu kalau orang mendapatkan manfaat dari apa yang kita kerjakan. Jadi kalau makin banyak terbantu, makin banyak impact (dampak)," ujarnya.
Setia pada Misi
![]()
Tim operasional kitabisa.com. (VIVA.co.id/Purna Karyanto)
Timmy menegaskan jalan yang ia lalui bersama 14 anak muda lainnya adalah gerakan sosial yang dikemas dengan ‘sentuhan’ ala bisnis. Tim Kitabisa.com memasarkan kampanye penggalangan yang sedang berjalan dengan tujuan penggalangan dana tersebut sukses.
Operasional Kitabisa.com disokong potongan biaya dari tiap donasi. Kitabisa.com mengenakan biaya administrasi lima persen untuk penggalangan umum; 2,5 persen untuk penggalangan dana darurat medis; dan gratis biaya untuk penggalangan dana bencana alam.
Potongan lima persen dari donasi, menurut Timmy, wajar dan standar di dunia crowdfunding. Malah, fee yang dikutip crowdfunding umumnya sampai 10 persen.Â
Dalam konteks Islam, kata dia, pengumpul zakat (amirul zakat) memiliki hak 12,5 persen dari total zakat yang dititipkan. Sementara Majelis Ulama Indonesia pun membolehkan pengutipan 15-20 persen untuk biaya operasional dalam penyaluran infak. Menurutnya praktik Kitabisa.com mengutip lima persen tak jauh beda dengan tradisi tersebut.Â