- VIVA.co.id/Purna Karyanto
Awal Kesuksesan
Awal puncak kesuksesan pun tiba. Bermula saat batik sempat diklaim Malaysia pada 2008, sebelum akhirnya ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia pada 2009.
Masyarakat mulai banyak mengenakan batik. Batik Trusmi pun makin dikenal. "Kami memanfaatkan momentum dan peluang itu. Apalagi, saat itu mulai ramai penjualan online," ujarnya.
Toko kecil yang awalnya hanya menggunakan ruang tamu, mereka bangun menjadi lebih besar dan bertingkat. Penjualan meningkat.
Saat mulai berkembang, Sally berencana untuk memiliki toko yang besar. Pada 2011, pabrik rotan yang sudah lama tidak terpakai dibelinya. Pabrik dengan luas 1,5 hektare itu pun disulap menjadi toko megah hingga saat ini.
Setahun kemudian, toko batik Sally dan Ibnu mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia sebagai toko batik terluas dengan pemilik termuda. “Keberuntungan itu akan berpihak pada orang yang siap dan kerja keras,” tuturnya.
Ekspansi terus dijalankan. Pada 2013, Sally dan Ibnu mulai memperluas jaringan bisnis melalui jalur online. Mereka sadar, dunia digital sangat luas pasarnya. Peluang juga sangat besar. Pesanan dari korporat pun akhirnya banyak mereka terima dari jalur online.
"Saya sengaja ingin lebih mengenalkan batik khas Cirebon. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia,” tuturnya.
![]()
Sally kini mempekerjakan 850 karyawan tetap dan memiliki 500 perajin batik di tanah kelahirannya, Cirebon.(VIVA.co.id/Purna Karyanto)
Batik Cirebon sangat khas dan kaya dengan corak. Ada satu motif, yaitu Mega Mendung yang sangat dikenal. “Karena itulah saya angkat batik Cirebon ini," kata Sally yang pernah menerima Piagam Penghargaan sebagai Eksekutif Berprestasi Indonesia 2013 oleh Forum Peduli Prestasi Bangsa (FPPB).
Penjualan secara online menyumbang pendapatan terbesar. Meski, penjualan online dan offline bersaing secara sehat.
Saat ini, toko batik yang mereka rintis dengan susah payah sudah memiliki 10 cabang. Tersebar di lima kota besar di Indonesia, di antaranya di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.
Tidak hanya menjual batik khas Cirebon, mereka menyediakan aneka batik nusantara. Beragam kuliner khas daerah dan kerajinan tangan juga dijajakan. Struktur manajemen mereka profesional, namun tetap berbasis kekeluargaan.