- REUTERS/Mike Blake
Pengaruh ke Indonesia
Lantas, bagaimana pengaruhnya dengan Indonesia? Arry melihat, tidak akan banyak pengaruh soal siapa pun yang akan menjadi Presiden AS ke-45 nanti. Namun, pemimpin baru AS akan mengajak negara-negara di Asia, terutama Asia Tenggara, untuk menciptakan musuh bersama, yaitu China.
“Saya melihat China akan menjadi musuh bersama AS dan Asia. Karena kegiatan politik dan ekonominya yang kian agresif. Ditambah lagi sengketa wilayah di Laut China Timur dan Selatan,” tutur Arry.
Suka tidak suka, kebangkitan China sebagai kekuatan baru dunia dari Timur telah menguras perhatian AS. Ekspansi ekonomi Tirai Bambu di Eropa, Afrika, dan Asia Tenggara, serta klaim sepihak terhadap Laut Cina Selatan dan Timur, jelas mengganggu kepentingan nasional Paman Sam.
Tak pelak, geliat "Sang Naga” makin lama melemahkan eksistensi “Si Elang” di berbagai belahan dunia. Senada, peneliti geopolitik, Tony Cartalucci mengatakan, aksi provokasi ini seperti memberi sinyal bahwa Paman Sam telah kehilangan pengaruhnya di wilayah Pasifik.
"Washington telah mengalami kemunduran geopolitik di hampir setiap negara di Asia Pasifik. Termasuk, beberapa negara yang dalam beberapa waktu terakhir diorganisasi, didanai, dan didukung selama beberapa dekade," ujar Cartalucci, seperti dikutip situs Sputniknews.
Ia juga mengatakan, peralatan militer yang selama ini didominasi oleh AS secara perlahan tersingkir.
Sebab, belakangan, banyak masuk peralatan militer dari China untuk tank dan panser, dari Eropa seperti pesawat tempur, Timur Tengah dengan senapan serbunya, helikopter tempur oleh Rusia, dan kendaraan lapis baja buatan Thailand.
"Bukan tidak mungkin, pengaruh Amerika di Asia Pasifik lama-kelamaan terkikis dan hilang," paparnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Hubungan ASEAN, Asia Timur dan Pasifik, Kementerian Luar Negeri AS, W. Patrick Murphy, menjelaskan, selama delapan tahun pemerintahan Presiden Barack Obama, pihaknya menerapkan kebijakan penyeimbang kawasan dari Timur Tengah ke Asia Pasifik, termasuk ASEAN.
"Indonesia adalah simbol dari re-balance. Hubungan bilateral ini sangat terjaga di masa Presiden Obama," ujar Murphy.
Pria yang sudah bekerja di Kemlu AS selama pemerintahan lima presiden ini meyakini bahwa siapa pun yang akan memimpin AS nantinya, hubungan ini akan terus berlanjut.