SOROT 424

Cepat Tanggap Tangani Korban Terorisme

Polisi Prancis.
Sumber :
  • www.france24.com

Ia pun mengaku bingung, mengapa pelaku teror kini malah bisa tampil seperti selebriti, sementara korban justru berjuang menghadapi hidupnya sendiri. “Mungkin ini bukan sekedar kompensasi ya, tapi perlakuan yang adil dan manusiawi,” katanya menambahkan.

img_title Mengulik Lagi Kisah Cinta Chika Jessica dan Ruben Onsu, Dulu Putusnya Gara-gara Apa Sih?

Namun Hasibullah Satrawi, Direktur Aliansi Indonesia Damai atau AIDA, sebuah LSM yang bergerak dalam bidang penanganan dan pendampingan korban terorisme, memiliki sudut pandang yang berbeda dengan Sucipto. Saat diwawancara oleh VIVA.co.id melalui telpon, Hasibullah mengatakan, saat ini penanganan korban terorisme adalah isu global karena nyaris semua negara masih memiliki nilai minus untuk menangani korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title HP Sering Penuh dan Lambat? Ini 5 Aplikasi yang Bisa Membantu Mengelola Penyimpanan dengan Lebih Efisien

“Kalaupun ada negara yang terlihat sudah bagus, itu lebih karena sistem jaminan sosial di negara tersebut sudah berjalan dengan baik,” ujar Hasibullah. Ia lalu mencontohkan bagaimana Amerika Serikat saat ini juga berjuang untuk keberpihakan pada korban.

“UU Amerika yang baru soal terorisme itu ditolak Obama, namun disetujui Kongres. Dalam UU itu, warga Amerika yang merasa dirugikan oleh kasus terorisme boleh mengajukan gugatan hukum dan menuntut negara yang warganya terbukti paling banyak jadi teroris.

img_title Prabowo Tantang Bahlil, Rosan hingga Bos PLN Selesaikan PLTS 100 GW dalam 3 Tahun

Dalam kasus 9 September, warga AS boleh menggugat pemerintah Saudi karena para pendiri Al Qaeda berasal dari negara tersebut. Jika itu dilakukan, jelas berpotensi mengganggu hubungan AS dan Saudi. Itu sebabnya Obama tak setuju. Namun jika dilihat dari sisi korban, sikap itu jelas menguntungkan korban,” ujarnya.

Penanganan korban bom di negara maju memang layak membuat iri korban dari negara lain. Namun seperti yang disampaikan oleh Hasibullah, sistem dalam negara maju sudah stabil, termasuk sistem jaminan sosial. Meski menerima kompensasi layak dan perlakuan yang manusiawi, bukan berarti para penyintas atau korban yang berjuang hidup itu bisa menjalani kehidupannya seperti sebelum terjadi ledakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena, jika itu terjadi, mungkin keluarga Nohemi Gonzalez tak perlu menuntut Facebook, Twitter, dan Google. Hentikan sebaran pemikiran radikal, sehingga terorisme dan ledakan bom itu juga berhenti. Itu saja harapan mereka.

(ren)

Polisi bersenjata berjaga di sekitar gereja Katedral Notre Dame di Paris.

Teror di Gereja Paris, 600 Turis Dikurung

Pelaku menyerang polisi menggunakan palu.

img_title
VIVA.co.id
7 Juni 2017
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut