SOROT 436

Percaya, Tidak Percaya Quick Count

Hasil quickcount dua lembaga survei, Indikator Indonesia dan Polmark di laman VIVA.co.id, Rabu, 15 Februari 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id

“Di antaranya menjelaskan berafiliasi kepada salah satu calon tertentu maka itu harus di-declare termasuk pembiayaan. Kalau tidak transparan, rawan ditunggangi kepentingan politik pasangan calon atau parpol tertentu,” kata Yandri. Dalam rapat Pansus RUU Pemilu beberapa waktu lalu.

img_title SBY Sindir Kejanggalan Pilkada DKI 2017

Input data Pilkada DKI Jakarta

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Operator input data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilihan Gubernur dan Wakil GubernuR DKI Jakarta menyelesaikan input data di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat, 17 Februari 2017. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

img_title Pilpres 2019 Diharapkan Tak Seperti Pilkada DKI, Marak Hoax

Namun, sejumlah pihak menilai lembaga survei dalam hal hitung cepat diatur  secara baku, tidak terlalu relevan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, turut menanggapi. Menurutnya, lembaga survei memiliki kaidah dan etika profesional yang seharusnya dipatuhi saat menyelenggarakan survei maupun hitung cepat.

Quick count itu kan suatu metode dalam ilmu statistik. Ada caranya jadi enggak bisa sembarangan. Kalau semua lembaga ikut kaidah, hasilnya pasti enggak akan beda karena ada syarat jumlah sampling minimum berapa, populasi berapa,” kata Rudiantara, Jumat 17 Februari 2017.

img_title Ahmad Dhani Tersangka Ujaran Kebencian?

Namun, menurutnya, edukasi terhadap masyarakat dalam membaca dan menerima hasil survei dan hitung cepat menjadi penting. Hasil itu harus diterima sebagai gambaran sebagai refleksi data sampe dan bukan fakta riil.

“Menurut saya, the best regulation is less regulation. Bahwa aturan adalah suatu koridor ya kita harus sepakat. Tapi itu kan suatu keilmuan. Kalau keilmuan berarti profesi. Nah kalau profesi berarti etika karenanya yang perlu diatur bukan lembaganya tapi event demokrasinya,” lanjut Menkominfo. (ren)

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

SBY Sebut Kultur Politik Tanah Air Berubah Sejak Pilkada DKI 2017

"Saya berani mengatakan bahwa politik kita telah berubah."

img_title
VIVA.co.id
10 November 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut