SOROT 438

Gadget Vs Permainan Tradisional

Ilustrasi anak bermain ponsel.
Sumber :
  • Pixabay/PublicDomainPictures

Menurut dia, bermain slime dan squishy bisa menghilangkan stres. Meski demikian, Mimi menceritakan kedua mainan tersebut memiliki harga yang cukup lumayan.

img_title Ingin Rasakan Permainan Tradisional, Kunjungi Desa Candimulyo Madiun

"Kalau untuk squishy harganya kisaran Rp10-50 ribu itu untuk yang common. Kalau untuk yang licensed harganya bisa sampai Rp100-500 ribu. Bedanya, kalau common itu umum dijual di toko pernak pernik dan kualitasnya kurang bagus. Kalau yang licensed itu harganya lebih mahal dan squishy-nya ada wanginya tergantung gambar atau bentuk squishy-nya," ujarnya.      

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, dampak gadget dan permainan modern             

img_title Paling Seru, 10 Permainan Tradisional Indonesia Ini Wajib Kamu Coba

Dampak gadget dan permainan modern pada anak

img_title Ini Manfaat Permainan Tradisional untuk Tumbuh Kembang Anak

Gadget seperti ponsel pintar atau tablet memang sudah menjadi benda yang familiar di mata anak-anak zaman sekarang. Bahkan, para orangtua sudah menjadikannya permainan bagi buah hati dan menjadikannya alat untuk membuat si kecil tetap tenang di rumah atau di manapun. Namun bagaimana dampaknya? Benarkah selalu negatif.

Menurut psikolog anak, Astrid, ada dua hal utama yang membuat gadget berbahaya bagi anak. Yakni masalah konten dan waktu penggunaannya.

"Terkadang permainannya memang cocok untuk anak, tapi iklan yang muncul mengandung konten yang berbahaya untuk anak. Nonton YouTube juga ada video berikutnya yang terkadang tidak sesuai untuk anak," kata Astrid.

Kemudian waktu penggunaan yang seringkali hingga berjam-jam sehingga anak mengorbankan waktu penting mereka. Untuk anak balita, bahkan juga yang usia sekolah, mereka bisa mengorbankan waktu eksplorasi.

Contohnya di Jakarta, di mana sekolah umumnya berlangsung hingga siang, begitu pulang masuk ke rumah yang berupa apartemen. Kemudian ketika di rumah hanya bermain gadget, hingga lupa dengan pekerjaan rumah, mereka juga akhirnya kurang bergerak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, gadget membuat waktu interaksi anak dengan orang sekitarnya berkurang. Anak hanya fokus pada gadget sehingga tidak memperhatikan orang di sekitarnya dan mereka tidak membangun kemampuan sosialisasi. Dia tidak bisa mengobservasi dunia di sekelilingnya, bahwa ada berbagai macam bentuk kendaraan, hewan, dan manusia.

"Waktu istirahat juga jadi berkurang. Karena diberi gadget jadi tidak tidur-tidur. Regulasi diri anak jadi berantakan padahal anak butuh keteraturan hidup supaya ketika besar dia bisa mendisiplinkan dirinya sendiri," ujar Astrid.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut