SOROT 438

Gadget Vs Permainan Tradisional

Ilustrasi anak bermain ponsel.
Sumber :
  • Pixabay/PublicDomainPictures

Berbeda dengan Rizky, Pada usia yang lebih kecil mainan anak-anak tidak melulu gadget atau yang berhubungan dengan teknologi. Garuda Diffy salah satunya. Siswa kelas satu SD berusia tujuh tahun ini tidak melulu bermain gadget, ia masih senang memainkan beberapa permainan yang melibatkan aktivitas fisik.

img_title Mirip Banget! 5 Permainan Squid Game 2 Ini Ada di Indonesia

"Kalau di sekolah main bola, kalau di rumah main mobil-mobilan. Main game jarang, teman-teman di sekolah juga jarang main game," ujar Diffy.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Diffy juga masih mengenal beberapa mainan tradisional.

img_title Kampung Lali Gadget, Bikin Anak-anak Lupakan Gadget dan Beralih pada Permainan Tradisional

"Aku tahunya gasing sama egrang. Kalau gasing pernah main, tapi kalau egrang pernah lihat doang. Gasing diputar-putar, ada yang terbuat dari kayu atau besi. Aku pernah adu main gasing, tapi jarang. Lebih sering main bola," ujar Diffy.

Selanjutnya, mainan aneh dan unik digemari

img_title Cara Starbucks Perkenalkan Kembali Permainan Tradisional Indonesia

Mainan aneh dan unik yang digemari

Selain permainan digital dan tradisional, ada fenomena tersendiri di kalangan anak-anak. Salah satu yang jadi primadona saat ini adalah permainan squishy dan slime. Bagi para orangtua yang memiliki anak di usia tujuh hingga 16 tahun mungkin pernah mendengarnya.

Squishy adalah mainan yang terbuat daru spons lembut yang jika ditekan-tekan mempunyai kemampuan untuk kembali ke bentuk semula. Awalnya mainan ini berbentuk bulat dan berfungsi sebagai terapi penghilang stres. Ketika digemari, mainan ini mulai diproduksi dengan bentuk yang disukai anak-anak dan bisa digunakan sebagai gantungan kunci.

Satu lagi adalah slime. Berbentuk gumpalan cairan kental dan kenyal namun tidak basah dan tidak lengket. Tidak jelas bagaimana memainkan mainan ini, yang jelas slime awalnya digunakan sebagai pembersih keyboard komputer atau pembersih yang bisa menjangkau sela-sela sekalipun. Setelah disukai anak-anak, kini slime dibuat dengan beragam warna dan gliter.

Kedua mainan ini merupakan item yang paling diburu anak-anak sebagai koleksi.

Mimi (12) salah satu penggemar slime dan squishy. Siswi kelas 1 SMP ini mengaku, senang bermain squishy dan slime sehingga jarang main permainan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sorot Permainan Tradisional Anak

"Kalau permainan tradisional, sudah susah mainnya, sudah enggak ada teman sebaya," tuturnya. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut