- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Langkah klub-klub Liga 1 merekrut marquee player pun diikuti Pusamania Borneo FC (PBFC). Klub berjuluk Pesut Etam itu mendatangkan jebolan Piala Dunia 2010, Shane Smeltz, sebagai marquee player. Striker kelahiran Jerman tersebut sudah melanglang buana dalam kompetisi di negara Asia. Sempat berseragam Kedah FA, terakhir dia bermain di Liga Australia membela Wellington Phoenix.
Striker internasional Selandia Baru itu diikat kontrak hingga berakhirnya Liga 1 pada Desember 2017 mendatang. Akan tetapi, Presiden Borneo FC, Nabil Husein, enggan mengungkapkan nilai kontraknya.
"Kalau kontrak privasi. Tapi tidak berbeda jauh dengan yang ada di Transfermarkt," tutur Nabil dalam konferensi pers di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa, 11 April 2017.
Jelang Liga 1 bergulir, Persela Lamongan pun mengumumkan marquee player yang berhasil mereka rekrut dengan kontrak satu tahun, yaitu Jose Manuel Barbosa Alves. Jose Coelho diketahui pernah menimba ilmu di FC Porto. Gelandang serang itu juga pernah bergabung dengan Inter Milan U-19 dan Benfica U-19, sebelum akhirnya menjalani karier profesionalnya bersama tim senior Benfica pada musim kompetisi 2008.
Hanya saja, tidak semua klub Liga 1 ingin mendatangkan marquee player. Contohnya Sriwijaya FC. Sekretaris klub, Achmad Haris menegaskan, pihaknya masih fokus dengan pemain yang ada saat ini.
SFC lebih memilih tetap mengkombinasikan pemain senior dengan junior, untuk menyiapkan tim jelang gelaran Liga 1. Daripada memasksakan mendatangkan pemain bintang nan mahal.
"Kita sebenarnya bisa saja mendatangkan marquee player, kenapa tidak? Cuma kan, pemain yang usianya sudah di atas 30 kita tidak tahu track record-nya," ujar Achmad saat dihubungi VIVA.co.id, akhir Maret lalu.
Selanjutnya…Tuai Kontroversi
Tuai Kontroversi
Â
Munculnya aturan marquee player memang agak mengagetkan. Sebab sebelumnya tidak ada pembahasan tentang hal itu. Aturan tersebut baru ada setelah terlaksana pertemuan 18 klub peserta beberapa waktu lalu.
Entah sebuah kebetulan atau tidak, regulasi itu pun berlaku setelah Persib Bandung sehari sebelumnya sukses mendatangkan gelandang Ghana, Michael Essien. Maka tidak heran jika ada sedikit nada sumbang mengenai perenapan aturan itu.