- VIVA.co.id/Purna Karyanto
"Kalau keluarga, mereka sudah memahami kondisi saya. Tapi, kadang orang di luar itu menganggap ada yang aneh dengan saya," kata Linda kepada VIVA.co.id. Bahkan ada yang mempertanyakan orientasi seksualnya.
"Banyak yang bilang, saya ini lesbian. Saya dikira memiliki kepribadian lain. Sebenarnya, sangat mengganggu. Tapi, saya usahakan untuk tidak mempengaruhi performa saya," lanjutnya.
Sebenarnya, menjadi atlet MMA bukanlah cita-cita awal bagi Linda. Petarung yang memegang rekor kemenangan tercepat One Pride MMA tersebut ternyata ingin berkecimpung sebagai tenaga medis, baik menjadi dokter, perawat, atau apa pun.
"Dari kecil senang menganalisis tentang kesehatan," kata Linda.
![]()
Petarung wanita One Pride Mixed Martial Arts, Linda Darrow (kanan), belum terbendung saat mengalahkan Vita Nopanti (kiri) pada semifinal kelas straw wanita di One Pride MMA Season 3 di Jakarta, 15 April 2017. (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)
Cita-cita tersebut akhirnya tak tercapai. Linda justru berkiprah sebagai petarung. Memang berseberangan, tapi sebenarnya, menurut Linda, menjadi petarung bisa membuatnya lebih peduli tentang kesehatan.
"Terbawa sampai sekarang. Saya sering memperingatkan rekan-rekan untuk menjaga kesehatan, jangan makan banyak karbohidrat. Makan, pakai nasi merah. Dan, kurangi makan nasi merah," ujar Linda.
Tak bisa dipungkiri, beladiri memang olahraga yang begitu keras dan lekat dengan pria. Tapi, stigma tersebut tak membuat Linda minder. Sebaliknya, Linda justru nyaman berkecimpung di olahraga beladiri. Dia mengaku mendapatkan kenyamanan saat bekerja di olahraga ini.
"Memang sejak kecil sudah hobi. Saya sudah belajar gulat, tinju, muaythai, dan jiu-jitsu. Kalau MMA baru empat tahun terakhir belajar," ungkap Linda.
Tak perlu heran jika Linda hobi bela diri. Sebab, ayahnya merupakan atlet judo. Setelah pensiun jadi atlet, ayahnya pun menjadi pelatih judo di kesatuan TNI Angkatan Darat.
Apalagi, suaminya adalah legenda MMA Indonesia, Yohan Mulia Legowo. Dukungan bagi Linda untuk berkecimpung di MMA pun kian kuat.
Selanjutnya...Tak Lupa Kodrat
Tak Lupa Kodrat
Menjadi petarung bukan berarti Linda melupakan sebagai kodrat sebagai wanita. Saat di rumah ia tetap menjadi seorang ibu yang mendidik anaknya dan juga seorang istri yang melayani suami.