- instagram.com/lennyagustin18
Bagi Lenny, kain tradisional adalah identitas Indonesia. Dengan kain tradisional pada setiap karyanya, ia berharap bisa membantu kelestarian budaya Indonesia sekaligus mendukung para perajin di daerah. Di sisi lain, ini juga jadi tantangan tersendiri baginya. Sebab, kain tradisional tidak diproduksi massal atau besar-besaran.
Belasan tahun wara-wiri di industri model Tanah Air tampaknya belum cukup mampu menggoda Lenny melebarkan sayapnya hingga ke luar negeri. Ada alasan khusus mengapa ia enggan go international.
"Saya melihat pasar di dalam negeri masih sangat luas dan perlu konsentrasi juga untuk meraihnya," ucap Lenny.
Selanjutnya, Berbagi Ilmu
Berbagi Ilmu
Di tengah-tengah upayanya memperluas pasar dalam negeri, Lenny ternyata memiliki aktivitas yang patut mendapat apresiasi tinggi. Pengalaman dan ilmu yang diperoleh Lenny selama bertahun-tahun di dunia model tak lantas disimpannya sendiri. Wanita yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Jakarta ini membaginya kepada khalayak luas.
Salah satunya, pelatihan kepada 40 perajin asal Kalimantan. Pelatihan yang diberikan selama satu tahun itu mengajarkan perajin membuat konsep tema motif, warna yang terinspirasi dari budaya setempat.
![]()
Seorang model memperagakan pakaian rancangan desainer Lenny Agustin dalam panggung Jakarta Fashion Week 2013 di Jakarta, Kamis, 8 November 2012. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)
Lenny juga mengajarkan para perajin bagaimana caranya membuat produk berkualitas yang bisa dipakai masyarakat dan turis. Dalam kaitannya dengan bisnis, Lenny mengajarkan mereka bagaimana mengatur waktu, menghitung tenaga kerja, modal, dan harga jual.
"Bagaimana cara menjual online maupun offline serta bagaimana bekerja dalam kelompok," tuturnya.
Dengan adanya pelatihan ini, Lenny berharap para perajin wanita di Kalimantan lebih memiliki keterampilan yang mumpuni dan kreatif. Selain itu agar mereka bisa mengatur waktu di sela-sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga.
"Bisa berbisnis secara mandiri maupun kolektif, serta membuka pasar mereka di tingkat internasional," ujar Lenny yang juga pernah memberikan pelatihan di Padang, Kediri, dan Lasem.
Dari pelatihan itu, kata Lenny, sudah banyak perajin yang akhirnya mampu mandiri dan sukses berbisnis. Ia pun bangga dan bahagia karena bisa membantu para perajin wanita tersebut.