SOROT 445

Mengibarkan Perajin Wastra Wanita

Lenny Agustin
Sumber :
  • instagram.com/lennyagustin18

Bagi Lenny, kain tradisional adalah identitas Indonesia. Dengan kain tradisional pada setiap karyanya, ia berharap bisa membantu kelestarian budaya Indonesia sekaligus mendukung para perajin di daerah. Di sisi lain, ini juga jadi tantangan tersendiri baginya. Sebab, kain tradisional tidak diproduksi massal atau besar-besaran.

img_title Ayo Berburu Diskon! Ini Deretan Promo Spesial Makanan dan Minuman di Hari Kartini 2026

Belasan tahun wara-wiri di industri model Tanah Air tampaknya belum cukup mampu menggoda Lenny melebarkan sayapnya hingga ke luar negeri. Ada alasan khusus mengapa ia enggan go international.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya melihat pasar di dalam negeri masih sangat luas dan perlu konsentrasi juga untuk meraihnya," ucap Lenny.

img_title Hari Kartini Bukan Sekadar Kebaya, Ini Makna Emansipasi yang Sering Dilupakan

Selanjutnya, Berbagi Ilmu

Berbagi Ilmu

img_title Banyak yang belum Tau! Hari Kartini Pertama Kali Ditetapkan oleh Soekarno, Ini Sejarah Lengkapnya

Di tengah-tengah upayanya memperluas pasar dalam negeri, Lenny ternyata memiliki aktivitas yang patut mendapat apresiasi tinggi. Pengalaman dan ilmu yang diperoleh Lenny selama bertahun-tahun di dunia model tak lantas disimpannya sendiri. Wanita yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Jakarta ini membaginya kepada khalayak luas.

Salah satunya, pelatihan kepada 40 perajin asal Kalimantan. Pelatihan yang diberikan selama satu tahun itu mengajarkan perajin membuat konsep tema motif, warna yang terinspirasi dari budaya setempat.

sorot lenny - Jakarta Fashion Week 2013 - Lenny Agustin

Seorang model memperagakan pakaian rancangan desainer Lenny Agustin dalam panggung Jakarta Fashion Week 2013 di Jakarta, Kamis, 8 November 2012. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

Lenny juga mengajarkan para perajin bagaimana caranya membuat produk berkualitas yang bisa dipakai  masyarakat dan turis. Dalam kaitannya dengan bisnis, Lenny mengajarkan mereka bagaimana mengatur waktu, menghitung tenaga kerja, modal, dan harga jual.

"Bagaimana cara menjual online maupun offline serta bagaimana bekerja dalam kelompok," tuturnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Lenny berharap para perajin wanita di Kalimantan lebih memiliki keterampilan yang mumpuni dan kreatif. Selain itu agar mereka bisa mengatur waktu di sela-sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bisa berbisnis secara mandiri maupun kolektif, serta membuka pasar mereka di tingkat internasional," ujar Lenny yang juga pernah memberikan pelatihan di Padang, Kediri, dan Lasem.

Dari pelatihan itu, kata Lenny, sudah banyak perajin yang akhirnya mampu mandiri dan sukses berbisnis. Ia pun bangga dan bahagia karena bisa membantu para perajin wanita tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut