- instagram.com/lennyagustin18
"Saya dan industri mode juga memerlukan mereka untuk kelangsungan produksi karya-karya para desainer," ungkapnya sambil mengatakan bahwa ia siap memberikan pelatihan dimanapun jika dibutuhkan.
Selanjutnya, Kekuatan Wanita
Kekuatan Wanita
Tak bisa dimungkiri peran wanita dalam industri mode Tanah Air sangat besar. Diakui Lenny, selain perajin kain tradisional, wanita terlibat dalam rantai ekosistem mode. Mulai dari guru sekolah mode, pekerja butik, SPG di pusat perbelanjaan, desainer, hingga pemakai busana yang fashionable.
Khusus untuk desainer wanita, keberadaannya sendiri saat ini semakin meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul wajah-wajah baru perancang busana wanita yang memberikan angin segar bagi industri mode di Indonesia.
Alih-alih merasa tersaingi, Lenny justru sangat senang dengan kehadiran wanita-wanita muda ini. Ia bahkan tak sungkan membagi pengalamannya.
"Saya sangat mendukung mereka. Dengan mudahnya saya didekati untuk berbagi pengalaman dengan mereka, baik untuk masalah bisnis, desain, maupun masalah rumah tangga," kata wanita kelahiran 1 Agustus 1973 ini.
Desainer wanita diyakininya memiliki kelebihan yang tidak dipunyai perancang busana pria. Kelebihan itu adalah membuat baju yang lebih nyaman. "Karena barometernya adalah mereka sendiri," ucapnya.
Ia berharap para perancang busana wanita ini tetap fokus berkarya. Namun di sisi lain, tetap menjadi ibu dan istri yang baik bagi keluarga. Lenny sendiri mengaku berusaha membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga dengan seimbang.
"Saat berada di keluarga, konsentrasi penuh dengan keluarga. Saat bekerja, konsentrasi dengan pekerjaan," tuturnya.
Dengan demikian, katanya, waktu yang sudah dialokasi untuk pekerjaan dan keluarga masing-masing dapat maksimal. Sebagai wanita, Lenny juga adalah salah seorang yang termasuk kagum dengan sosok Raden Adjeng Kartini. Menurutnya, Kartini adalah wanita yang aktif, lincah, memiliki jiwa bebas, pandangan yang luas, dan ide-ide kemanusiaan.
"Namun tetap anggun dengan caranya," kata Lenny yang terinspirasi oleh pola pikir dan penampilan Kartini.
Meski mengidolakan Kartini, Lenny mengatakan tidak ada patokan seperti apa seharusnya wanita Indonesia. Ia hanya memberi pesan kepada wanita untuk tetap menjadi diri sendiri dalam berpikir dan berkarya, namun peduli dan menyayangi orang-orang di sekitar.