- REUTERS/Stringer
Begitu tahap itu selesai, Musk menuturkan, SpaceX akan mengirimkan misi berawak ke Mars setiap 26 bulan. Â
![]()
Pendiri yang juga CEO SpaceXÂ dan Tesla, Elon Musk saat menghadiri pertemuan di Pulau Rhode, Amerika Serikat. (REUTERS/Brian Snyder)
Visi Musk untuk menjadi yang pertama koloni ke Mars tertuang dalam artikel yang ia tulis dengan judul Making Humans a Multi-Planetary Species pada majalah New Space.
"Saya ingin membuat Mars terlihat mungkin seperti sesuatu yang kita lakukan dalam masa hidup. Ini benar-benar cara yang bisa dilakukan siapa pun jika mereka menginginkan ke sana," tutur Musk.
ITS menarik perhatian pihak yang berambisi untuk koloni di Planet Mars. Salah satunya NASA. Divisi Ames Research Center NASA mengembangkan konsep Red Dragon, misi hemat ke Planet Mars yang akan menggunakan roket Falcon Heavy sebagai peluncur dan kendaraan injeksi trans Mars serta kapsul Dragon untuk memasuki atmosfer Planet Merah itu.
Misi ini akan mengambil sampel dari Mars untuk dikirimkan ke Bumi. Konsep itu awalnya dijadwalkan meluncur pada 2018 dengan nama Misi Discovery, tapi belakangan jadwal mundur sampai 2022. Sayangnya misi ini juga makin tak jelas, saat September 2015 belum mendapatkan sokongan pendanaan.
Nantinya dengan kemampuan SpaceX mengembangkan roket tiap dua tahun, perusahaan itu yakin bisa menjadi basis bagi koloni di Mars setelah peluncuran pada 2024. Musk meyakini setidaknya pada 2035 bakal ada ribuan roket menerbangkan jutaan orang ke Mars. Â
Bicara soal ITS, sistem transportasi ini nantinya bakal menjadi transportasi antariksa paling besar sepanjang sejarah. Awalnya Musk mengatakan, ITS punya ketinggian 122 meter, didukung dengan mesin roket super, 42 Raptor pada bagian booster dan pesawat yang akan membawa ratusan penumpang ke Planet Mars dengan sembilan mesin roket Raptor. Tapi belakangan dikutip dari Engadget, SpaceX menurunkan spesifikasinya. ITS akan didukung dengan 21 Raptor dengan diameter 9 meter bukan 12 meter sesuai rencana awal.
Sedangkan ITS turun kapasitas penumpangnya dari sebelumnya dirancang bisa mengangkut 100 awak, tapi kini cuma bisa mengangkut setengahnya.
ITS secara umum dibagi menjadi dua bagian, pertama booster dan pesawat yang ada di bagian ujungnya.