- REUTERS/Stringer
Bicara misi koloni antariksa, memang sampai saat ini beluma ada yang merealisasikannya. Tapi sudah ada sederetan badan antariksa yang berambisi menjadi yang pertama mewujudkan ‘rumah baru’ bagi manusia. Pada deretan ini ada NASA, SpaceX dan Blue Origin.
Selanjutnya...Ambisi SpaceX
Ambisi SpaceX
SpaceX mewakili ambisi pengusaha dan pendiri perusahaan tersebut, Elon Musk. SpaceX didirikan untuk menekan biaya perjalanan antariksa dan mewujudkan koloni manusia di Planet Mars. SpaceX gencar mengembangkan keluarga roket peluncur Falcon dan wahana antariksa Dragon.
Melalui teknologi sistem reusable lunch, SpaceX bisa mengirimkan peluncur yang mengirimkan wahana ke orbit Bumi dan kemudian bisa kembali ke titik peluncuran secara mandiri. Hal ini merupakan pencapaian bagus, bisa mengefisienkan biaya peluncuran misi ke antariksa.
Musk terlihat serius untuk ambisi koloni ke Mars. Pada September 2016, bos SpaceX itu telah mengungkapkan arsitektur untuk mendukung misi perjalanan antarplanet. Sistem transportasi tersebut dinamakan Interplanetary Transport System (ITS). Pada September tahun lalu, Musk menjelaskan ITS memungkinkan setidaknya mengangkut sejuta orang secara bertahap ke Planet Mars.
Untuk memulai misi itu, SpaceX pertama-tama akan mengirimkan pesawat Red Dragon ke Mars pada 2018 atau paling tidak pada 2020.
Misi pembuka ini akan membuktikan SpaceX bisa bereksperimen reaksi kimia di lingkungan Mars dan menemukan cara terbaik memperoleh metana dan air dari atmosfer Mars. Bahan tersebut disebutkan bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan pembakar.
"Misi Dragon itu awalnya untuk memastikan kami mengetahui bagaimana mendaratkan tanpa melahirkan kawah dan kemudian menemukan cara terbaik mendapatkan air dari metana,” ujar Musk dikutip dari Ars Technica, Senin 24 Oktober 2016.
Bahan yang dihasilkan itu pada akhirnya nanti akan dipakai untuk misi kembali dari Planet Mars.
Setelah misi pembuka itu selesai, SpaceX akan mengirimkan wahana ITS ke Mars. Musk mengatakan, ITS akan diisi dengan peralatan yang lengkap untuk membangun pembangkit bahan pembakar di Mars.
Kemudian, puluhan peserta koloni dalam misi berawak itu akan membawa peralatan tersebut yang dibutuhkan untuk membangun basis persiapan dan menyelesaikan pembangkit bahan pembakar di Planet Merah.