SOROT 459

Cari Kehidupan di Luar Bumi

Puluhan warga melihat peluncuran roket dari Wenchang Satellite Launch Center di Wenchang, provinsi Hainan, China
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

Bicara misi koloni antariksa, memang sampai saat ini beluma ada yang merealisasikannya. Tapi sudah ada sederetan badan antariksa yang berambisi menjadi yang pertama mewujudkan ‘rumah baru’ bagi manusia. Pada deretan ini ada NASA, SpaceX dan Blue Origin.

img_title Lama Menghilang, Asgardia Muncul dan Bikin Aturan Mirip WhatsApp

Selanjutnya...Ambisi SpaceX

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ambisi SpaceX

img_title Lebih dari 40 Ribu Orang Indonesia Jadi Pengikut Asgardia

SpaceX mewakili ambisi pengusaha dan pendiri perusahaan tersebut, Elon Musk. SpaceX didirikan untuk menekan biaya perjalanan antariksa dan mewujudkan koloni manusia di Planet Mars. SpaceX gencar mengembangkan keluarga roket peluncur Falcon dan wahana antariksa Dragon.

Melalui teknologi sistem reusable lunch, SpaceX bisa mengirimkan peluncur yang mengirimkan wahana ke orbit Bumi dan kemudian bisa kembali ke titik peluncuran secara mandiri. Hal ini merupakan pencapaian bagus, bisa mengefisienkan biaya peluncuran misi ke antariksa.
 
Musk terlihat serius untuk ambisi koloni ke Mars. Pada September 2016, bos SpaceX itu telah mengungkapkan arsitektur untuk mendukung misi perjalanan antarplanet. Sistem transportasi tersebut dinamakan Interplanetary Transport System (ITS). Pada September tahun lalu, Musk menjelaskan ITS memungkinkan setidaknya mengangkut sejuta orang secara bertahap ke Planet Mars.

img_title Asgardia: Kami Bertugas Melindungi Bumi

Untuk memulai misi itu, SpaceX pertama-tama akan mengirimkan pesawat Red Dragon ke Mars pada 2018 atau paling tidak pada 2020.

Misi pembuka ini akan membuktikan SpaceX bisa bereksperimen reaksi kimia di lingkungan Mars dan menemukan cara terbaik memperoleh metana dan air dari atmosfer Mars. Bahan tersebut disebutkan bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan pembakar.

"Misi Dragon itu awalnya untuk memastikan kami mengetahui bagaimana mendaratkan tanpa melahirkan kawah dan kemudian menemukan cara terbaik mendapatkan air dari metana,” ujar Musk dikutip dari Ars Technica, Senin 24 Oktober 2016.

Bahan yang dihasilkan itu pada akhirnya nanti akan dipakai untuk misi kembali dari Planet Mars.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah misi pembuka itu selesai, SpaceX akan mengirimkan wahana ITS ke Mars. Musk mengatakan, ITS akan diisi dengan peralatan yang lengkap untuk membangun pembangkit bahan pembakar di Mars.

Kemudian, puluhan peserta koloni dalam misi berawak itu akan membawa peralatan tersebut yang dibutuhkan untuk membangun basis persiapan dan menyelesaikan pembangkit bahan pembakar di Planet Merah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut