SOROT 464

Saracen, dari Perang Salib ke Bisnis

Aksi kampanye anti hoax di Jakarta beberapa waktu lalu
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

"Tidak ada transaksi sama sekali. Jadi yang katanya transaksi hingga Rp75 juta sampai Rp100 juta dengan menjual meme, tidak ada sama sekali," kata Jasriadi.

img_title Heboh! Informasi Pemadaman Internet Nasional 25-27 September, Komdigi Ungkap Faktanya

Yang mana bisa dipercaya soal ini, tentu menjadi ranah polisi. Hanya saja memang faktanya adalah Jasriadi telah berencana menjajakan bisnis kebencian dari keahliannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Siapa yang memanfaatkan jasa Saracen dan berapa kemungkinan uang yang bisa saja telah dinikmati Jasriadi atau grup Saracen, terus didalami oleh polisi.

img_title Bukan Cuma Media Sosial, 14 Aplikasi Ini Punya Risiko Tinggi untuk Anak

"Penyidik sedang melacak untuk transaksi-transaksinya itu," Kepala Bagian Mitra Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Awi Setiyono.

Selanjutnya, Target Antara?

img_title Pengelolaan Keamanan Jaringan Terintegrasi Jadi Kunci Penguatan Ekosistem Bisnis Digital

Target Antara?

Di luar itu, jika memang pengakuan Jasriadi dan melirik dari 'mudanya' sepak terjang Saracen di jagat maya, kini seolah muncul kejanggalan.

Sri Rahayu, perempuan yang ikut diciduk lantaran disebut masuk dalam sindikat Saracen, menegaskan kejanggalan ini.

Sebabnya, ibu rumah tangga yang disebut-sebut sebagai Koordinator Saracen untuk wilayah Jawa Barat ini bahkan tak mengenal siapa sosok Jasriadi selain dari dunia maya.

"Saya kenal dengan Pak Jasriadi hanya sebatas memperbaiki akun," ujar Sri yang mengaku akunnya sempat dinonaktifkan atas perkara kebencian.

Diakuinya juga, saat kepolisian menciduknya pada 5 Agustus 2017 atau hampir tiga pekan sebelum polisi mengumbar soal Saracen ke publik, ia memang sempat dikonfirmasi soal statusnya dalam struktur Saracen. Namun Sri langsung membantah, sebabnya ia tak mengetahui struktur itu.

"Saya tidak tahu dengan struktur organisasi itu, dan saya juga tidak dikonfirmasi oleh pembuat Saracen," ujar Sri.

sosial media - facebook

Kelompok Saracen mampu meretas dan menyebarkan kebencian di sosial media Facebook. (REUTERS/Thomas White) 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, Sri pun meyakini dirinya tidak ada keterlibatan apa pun dengan Saracen. Saat ini yang diketahuinya bahwa dirinya sampai diciduk polisi lantaran dituding menebar kebencian di akun Facebook-nya.

Itu pun dari status Facebook miliknya yang diunggahnya pada tahun 2016. Sri saja mengaku sudah lupa detail yang ditulisnya. "Saya lupa kalau tidak melihat langsung (status facebook). Soalnya itu sudah dari tahun 2016 tanggal 26 Agustus," kata Sri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut