- ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Sekira 26 Juli 2016, akhirnya struktur Saracen pun lahir. Namun demikian, pengakuan Jasriadi, struktur itu memang belum sempat difinalisasikan lebih lanjut. "Jadi hanya sekadar wacana, ilegal (belum resmi)" ujarnya.
Meski begitu, Jasriadi yang juga memiliki kemampuan dalam membuat laman di internet, akhirnya tetap melanjutkan 'perjuangan' Saracen di media sosial.
Kemampuannya meretas akun Facebook pun dimanfaatkannya untuk menggandakan akun-akun yang berada di belakang Saracen. Di Facebook misalnya, setidaknya ada lebih dari 136 ribu akun yang bergabung di grup Saracen Cyber Team. Kata polisi, grup ini telah berdiri sejak tahun 2015. Ini artinya setahun lebih tua sebelum gagasan struktur Saracen dimulai.
Kemudian ada juga grup Facebook bernama @saracennews.com, yang telah memiliki pengikut setidaknya lebih dari 1.200 akun.
![]()
Akun Twitter kelompok Saracen banyak mengunggah SARA dan berita hoax. (Reuters/Fabrizio Bensch)
Lalu, di akun Twitter yang dibuat pada tahun 2016, @SaracennewsCom, setidaknya telah ada 54 pengikut dengan lebih dari 1.400 unggahan.
Secara kasat, memang geliat Saracen masih terbilang muda. Namun demikian, kepolisian meyakini bahwa ada 800 ribu akun yang dikelola oleh kelompok Saracen yang digagas oleh Jasriadi.
"Ada grup wilayah, grup organisasi. Jadi tidak lagi perbuatan orang per orang saja. Sudah satu kelompok," ujar Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar.
Dengan potensi itulah, kelompok ini akhirnya merencanakan agar Saracen bisa menjadi peluang bisnis. Pintu masuknya adalah dengan menawarkan jasa keahlian Jasriadi dalam membuat laman internet atau web.
Karena itu, mahfum kemudian dalam penangkapan Jasriadi ditemukan sejumlah proposal penawaran kepada calon klien mereka. Dan salah satu yang ditawarkan selain web adalah jasa untuk menyebarkan informasi apa pun untuk membentuk opini publik.
Tarif yang ditawarkan pun tak tanggung. Jasriadi mematok harga dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.
Namun, seperti diakui Jasriadi, tawaran proposal yang sudah disusunnya itu belum ada yang terealisasi. Meski ia tak menampik pernah mendapat tawaran dari seorang kepala daerah, namun lagi-lagi belum terwujud.