- ANTARA FOTO/Ampelsa
Lirik Maju Tak Gentar awalnya sebagai lagu propaganda yang memberikan spirit patriotisme pada tahun 1945. Baru pasca proklamasi kemerdekaan, lagu ini memiliki fungsi yang sebenarnya dalam membangkitkan perjuangan nasional (Wisnu Mintargo, Humaniora Volume XV, Lagu Propaganda Dalam Revolusi Indonesia: 1945-1949, 2003:110).
Dalam biografinya, Cornel Simanjuntak ingin rekan-rekannya yang sesama pejuang dengan gigih tak gentar mengangkat senjata melawan penjajah. Meskipun dalam pertempuran, tentara Indonesia yang diisi mayoritas pelajar dan pemuda tak seimbang dari segi peralatan senjata melawan Belanda dan sekutu.
Pengalaman Cornel sebagai pejuang pada 1945-1946 turut menginspirasi bait Maju Tak Gentar. Nadanya heroik. Pengalaman menjadi tentara dan ikut berperang di Jakarta dan Yogyakarta pada 1945-1946 menjadi latar belakangnya. Di Kota Yogyakarta pula, Cornel menemukan inspirasi menciptakan Maju Tak Gentar.
Di era kolonialisme, Maju Tak Gentar lebih sering didengungkan pasca proklamasi kemerdekaan RI. Inti pesan dari lagu tersebut, perjuangan kemerdekaan belum berakhir meski proklamasi kemerdekaan sudah dibacakan. Sebab, Indonesia harus menghadapi perang melawan Belanda dan sekutu. Â
Sejak Jepang kalah, Belanda yang belum rela mengakui kemerdekaan Indonesia kembali datang ke Tanah Air dengan membawa pasukan sekutu. Kedatangan Belanda dan sekutu mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia.Â
Keberanian perlawanan ini ditandai dengan kekompakan mengumandangkan lagu perjuangan. Salah satunya Maju Tak Gentar yang dilantunkan di seluruh penjuru daerah. Tak hanya di Yogyakarta, di daerah lain terutama Pulau Jawa yang merupakan pusat perjuangan, lagu ini terus dilantunkan para pejuang.
Saat menciptakan Maju Tak Gentar, Cornel menjabat pimpinan Angkatan Pemuda Indonesia (API) cabang Tanah Tinggi yang bermarkas di Menteng 31 sebagai pusat koordinasi dan komando.Â
Bersama beberapa rekan pejuang, Cornel sering mengendarai mobil pikap tua dengan iringan sebuah gitar mengumandangkan Maju Tak Gentar. Bahkan, lagu ini terus dilantunkan sambil melambaikan bendera merah putih untuk membangkitkan semangat rakyat di sepanjang jalan yang dilalui (Binsar Sitompul, Cornel Simanjuntak: komponis, penyanyi, pejuang, 1987:51).Â
Selanjutnya, Gelora Bandung Lautan Api
Gelora Bandung Lautan Api
Rakyat Indonesia pasti mengetahui peristiwa Bandung Lautan Api. Sejarah mencatat, peristiwa ini terjadi 23 Maret 1946 atau tujuh bulan sekitar proklamasi kemerdekaan RI dikumandangkan.Â