SOROT 474

Senandung Bait Perjuangan

Warga yang tergabung dalam Persatuan Gabungan Lintas Masyarakat (Panglima) bersama TNI dan Polri menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di Bukit Piramida, Desa Lampanah Leungah, Seulimum, Kabupaten Aceh Besar.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ampelsa

Anggota Pasukan Istimewa bernama Pestaraja Humala Sadungan Marpaung mengatakan lagu Halo-halo Bandung sengaja diciptakan pejuang bersama-sama. Menurutnya, bukan seorang individu yang menciptakan lagu tersebut. Marpaung juga merupakan salah seorang saksi dalam peristiwa Bandung Lautan Api (Ratnayu Sitaresmi, dkk., Saya Pilih Mengungsi: Pengorbanan Rakyat Bandung untuk Kedaulatan, 2002:95).

img_title Golkar Apresiasi Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur: Simbol Rekonsiliasi Bangsa

Selanjutnya, Transformasi Bait Patriotisme 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Transformasi Bait Patriotisme

img_title Kisah Sultan Zainal Abidin Syah, Tokoh yang Pertahankan Papua untuk Indonesia Kini Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Era kolonialisme, komponen lagu dipergunakan sebagai propaganda yang berfungsi memberikan penerangan informasi pada masyarakat. Upaya ini untuk melawan propaganda Belanda dan sekutu yang saat itu selalu memutarbalikkan fakta. Selain penerangan informasi, lagu karya komponis juga untuk memberikan spirit patriotisme perjuangan kepada rakyat.

Dalam jurnalnya, Humaniora Volume XV, Dosen Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padangpanjang, Sumatera Barat, Wisnu Mintargo mengatakan, dalam sejarah, lagu perjuangan membangkitkan semangat patriotisme yang konstruktif.

img_title Profil 10 Pahlawan Nasional Baru 2025 Pilihan Presiden Prabowo, Termasuk Soeharto dan Gus Dur

Saat era kolonialisme, terjadi kekosongan dalam dunia pendidikan terutama pelajaran kesenian. Pemerintah RI yang masih berusia bayi tak mampu berbuat banyak mengisi kekosongan itu.

Maju Tak Gentar awalnya lagu propaganda berjudul Maju Putra-putri Indonesia yang diciptakan Cornel Simanjuntak pada 1944. Lagu ini belum memiliki arti perjuangan kemerdekaan. Namun, sang pencipta mengubah judul lagu dan syair hingga ke bait menjadi Maju Tak Gentar. 

Perubahan saat itu juga mengikuti aturan Keimin Bunka Shidosho (lembaga kebudayaan bentukan pemerintah kolonial Jepang). Artinya, perubahan bagian bait mesti menyesuaikan keinginan penciptanya yaitu Cornel karena pengalamannya sebagai pejuang. Dalam biografinya, Cornel menginginkan perubahan bait menyesuaikan pengalaman perangnya pada 1945-1946.

"Lagu itu dapat diklasifikasikan sebagai lagu perjuangan bersifat konstruktif untuk membangkitkan semangat revolusi Indonesia 1945-1949," kata Wisnu dikutip VIVA dari jurnal Humaniora Volume XV, Jumat, 10 November 2017.

Maju tak gentar, membela yang benar.
Maju tak gentar, hak kita diserang.

Maju serentak, mengusir penyerang.
Maju serentak, tentu kita menang.

Reff :
Bergerak bergerak, serentak serentak
Menerjang Menerkam Terjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak gentar, tak gentar.
Menyerang, menyerang.
Majulah, majulah menang.

Peran kalangan komponis dalam politik perjuangan diakui memberikan pengaruh di era kolonialisme. Negara sekutu yang ingin menguasai Indonesia membuat rezim kolonial masih bertahan pasca kekalahan Jepang. Baik sekutu yang memenangi perang dunia maupun memenangi perang pasifik mengincar Indonesia (Ninok Leksono, Seabad Ismail Marzuki: Senandung Melintas Zaman, 2014:160).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut