- ANTARA FOTO/Ampelsa
Saat itu, ratusan ribu penduduk Bandung yang dibantu para pejuang sengaja membakar rumah dan gedung. Upaya ini sebagai taktik perlawanan menghadapi Belanda dan tentara sekutu yang ingin menggunakan Bandung untuk lokasi pusat berperang dengan Indonesia.Â
Peristiwa Bandung Lautan Api erat kaitanya dengan munculnya lagu Halo-halo Bandung. Terlepas dari kontroversi penciptanya, lagu ini juga diyakini sebagai spirit rakyat dan Tentara Republik Indonesia untuk bertempur melawan Belanda serta sekutunya.
"Dari beberapa sumber, ini salah satu lagu yang dibanggakan pada 1946 karena sering dinyanyikan bersama-sama oleh pejuang. Ada semangat patriotisme yang muncul ketika itu," kata sejarawan sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Djoko Marihandono kepada VIVA, Kamis, 9 November 2017.
![]()
Ismail Marzuki, sang maestro musik Indonesia dan pengarang lagu. (www.U-Report.in)
Seniman yang juga komponis Ismail Marzuki disebut-sebut sebagai penciptanya. Alasannya cukup kuat. Seniman Betawi lulusan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Jakarta ini dianggap saksi peristiwa Bandung Lautan Api.
Ismail juga pernah tinggal di Bandung dan berkarya. Di Kota Kembang, pria asal Kwitang, Jakarta ini juga berkarya dengan membentuk grup orkestra. Dari sinilah, dia menemukan perempuan yang menjadi jodohnya, Eulis Zuraidah.
Latar belakang terciptanya lagu Halo-halo Bandung juga disebut karena kenangan Ismail terhadap Kota Kembang tersebut. Terciptanya lagu ini saat Ismail memimpin Studio Orkes (Nederlandsch-Indische Radio-omroepmaatschappij) NIROM II Bandung. Tapi, disebut juga ada perubahan dalam beberapa bait lagu terakhir untuk mengaitkan peristiwa Bandung Lautan Api.
Sudah banyak lagu yang dihasilkan komponis seangkatan dengan Cornel Simanjuntak ini. Salah satu lagu karya Ismail di era kolonialisme adalah Beta dan Ayunda. Lagu ini menggambarkan rakyat sipil yang tak gentar melawan kekuatan kolonial.Â
Karena karyanya, pria kelahiran Jakarta, 11 Mei 1914 ini ditakdirkan menjadi bagian dari sejarah Indonesia (Ninok Leksono, Seabad Ismail Marzuki: Senandung Melintas Zaman, 2014:159).
Ada sumber lain yang menyatakan lagu Halo-halo Bandung diciptakan para pejuang Bandung Selatan yang berasal dari beberapa daerah. Tiga bait terakhir menjadi acuannya. Bait ketiga mendefinisikan pejuang daerah ikut merefleksikan karya lagu tersebut. Kemudian bait ke empat dan ke lima terkait peristiwa Bandung Lautan Api.