SOROT 475

Petaka di Negeri Bebas Senjata

Pameran senjata api di Amerika Serikat.
Sumber :
  • Truthnetmedia

VIVA – Larry Haydu sedang bersantai di ruang kerjanya. Hari mulai gelap, namun cuaca diperkirakan cerah hingga tengah malam.

img_title Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel, Adde Rosi: Jangan Rusak Dunia Pendidikan!

Sebagai asisten kepala tim pemadam kebakaran di Clark County, Kota Las Vegas, Amerika Serikat, salah satu tugasnya adalah memantau laporan yang masuk. Dan hal itu bisa ia kerjakan dari tempat kerjanya yang cukup tenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak lama kemudian, melalui radio komunikasi ia mendengar bahwa ada peristiwa di sebuah konser luar ruangan yang tengah digelar di kota tersebut. Wajah Larry langsung pucat. Badannya pun lemas. Yang terbayang di benaknya hanyalah ucapan putrinya tadi siang, minta izin untuk pergi ke acara musik tersebut.

img_title Legislator DPR Minta Polisi Usut Tuntas Temuan 995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel

Saat tiba di lokasi konser, Larry melihat suasana sudah sangat kacau. Tampak muka-muka panik dan ketakutan melintas di depannya. Sebagai anggota damkar, ia sudah terbiasa dengan hal itu.

“Akhirnya saya menemukannya. Ia terguncang, tapi selamat. Tubuhnya dilumuri darah, namun bukan miliknya,” ujar Larry, seperti dilansir dari kantor berita Reuters.

img_title Sengketa Yayasan Diduga Jadi Awal Penemuan 995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel

Apa yang terjadi pada hari Minggu 1 Oktober 2017 itu sangat mengejutkan. Menurut penuturan rekan Larry, Bob Stout, saat tiba di lokasi ia mendengar suara letusan senjata api yang tidak diketahui asalnya.

Informasi yang ia dapat saat di perjalanan yakni ada seseorang menembak kerumunan orang dengan senapan angin. Tapi, saat melihat luka yang diderita korban, Bob yakin bahwa senjata yang dipakai jauh lebih berbahaya.

Kamar yang Digunakan Pelaku Penembakan di Las Vegas

Dua jendela kamar di Mandalay Bay Resort and Casino terlihat pecah setelah penembakan massal saat Festival Route 91 Las Vegas, Nevada, AS, 2 Oktober 2017. (REUTERS/Mike Blake)

Penembak tersebut adalah Stephen Paddock, mantan akuntan yang kaya raya dan juga seorang penjudi profesional. Ia melontarkan peluru dari senapan otomatis selama beberapa menit dari lantai 32 hotel dan kasino Mandalay Bay.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebanyak 59 orang tewas dan 527 orang lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Saat kamar digerebek, polisi menemukan 23 pucuk senapan, ratusan amunisi, beberapa teropong khusus senapan, dan tubuh Paddock yang tergeletak di lantai pasca bunuh diri.

Satu bulan kemudian, peristiwa serupa kembali terjadi. Selasa 14 November lalu, empat orang tewas dan belasan lainnya luka-luka, termasuk beberapa anak, saat seorang pria bersenjata mengamuk di negara bagian California.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut