- ANTARA Foto/Andreas Fitri Atmoko
"Kami terbuka apabila ada game atau tim berkualitas yang ingin bekerja sama," tuturnya.
Tak hanya publisher game, investor asing pun, yang biasa menyuntik dana untuk startup mengakui adanya potensi itu. Walaupun game belum menjadi fokus suntikan dana mereka.
"Indonesia very unique. Populasinya banyak dan easy to follow trend. Contohnya siapa yang tidak kenal Mobile Legend? Begitu masuk langsung boom," ujar Retno Dewati, South East Asia Regional Manager Fenox Venture Capital.
![]()
Seorang anak sedang bermain game. (REUTERS/Stringer)
Pasar game disebutnya sangat besar di Indonesia. Meskipun diakuinya, Fenox memang belum pernah membantu perusahaan game.
"Tapi kami open bantu startup game karena sektor apa pun kami terima. Apalagi di belakang kami (yang memberikan dana untuk disuntikkan ke startup) ada SEGA juga," kata Retno.
Besarnya potensi itu, membuat Hari menyarankan kepada developer lokal untuk bisa membuat game yang unik, mengangkat kearifan lokal. Selain itu, perbanyak melakukan riset pasar agar bisa diterapkan dalam mengembangkan sebuah game yang menarik di Indonesia.Â
Beberapa game lokal yang dianggap Hari sukses adalah Tahu Bulat dan Mari Belajar --dengan 30 juta unduhan-- yang targetnya anak usia 2-5 tahun. Game Mari Belajar mengajak anak mewarnai, belajar bahasa, dan berhitung.
Pemerintah lewat Bekraf juga sudah melakukan upaya meningkatkan talenta pengembang game. Bersama Asosiasi Game Indonesia, digelar pelatihan developer game, gratis di beberapa kota.
"Ini ajang mereka untuk sharing knowledge satu sama lain. Kami juga ada inkubasi gratis untuk game," kata Hari.
Meski UB maupun beberapa pengembang game masih pesimistis dengan pasar game lokal, ada juga yang optimistis. Own Games sebagai pengembang game Tahu Bulat mengaku sadar jika game dibuat bukan sekadar berdasarkan topik.Â
Game, menurut dia, harus memiliki unsur layak dimainkan dalam waktu panjang, selain bisa mengedukasi. Pun harus bisa mendapatkan keuntungan, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup pengembangnya.
"Di game mobile, jangan mengira kami mendapatkan uang dari pemakaian data. Semua pembayaran kuota internet masuk ke operator," kata Eldwins, pembuat game Tahu Bulat.