SOROT 480

Gila Narsis di Media Sosial

Seorang wanita tengah di rekam menggunakan smartphone saat mencoba sebuah makanan di Hongkong, Cina.
Sumber :
  • REUTERS/Bobby Yip

Sorot Narsis - Selfie - Fotografer - jurnalis foto

img_title Viral Video Marahi Fotografer Saat Akad Nikah, Penghulu KUA Akhirnya Minta Maaf

Sejumlah jurnalis foto dalam sebuah peliputan berita. (REUTERS/Toby Melville)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengalaman sebagai jurnalis foto memberikan keuntungan baginya. Tidak heran jika banyak artis atau selebritas yang 'ketagihan' menggunakan jasanya. 

img_title Viral Penghulu Marahi Fotografer Saat Akad Nikah, Kemenag Tegaskan Etika Pelayanan

Salah satunya adalah penyanyi Ratna Listy. Walaupun, Dewi hanya lulusan Visi Art and Graphic Design School, Yogyakarta.
 
"Mungkin karena mereka merasa klik dan nyaman dengan saya, selain cocok dengan hasil karya saya tentunya," tuturnya.

Yang jelas, dia melanjutkan, harus memahami nilai-nilai estetika dan juga ‘nilai jual’ sebuah foto. Pahami soal komposisi, lighting, dan warna. 

img_title Usai Dikritik, Cristiano Ronaldo Akhirnya Beri Kredit kepada Fotografer Singapura

Lalu, edit sesuai keinginan. "Banyak aplikasi dari ponsel yang bisa diunduh untuk itu, supaya foto yang diunggah eye catching dan bisa mencuri perhatian," kata Dewi.

Penyewaan fotografer ini bukan hanya soal menjepret foto candid. Rio Wibowo, yang biasa dikenal dengan Rio Motret, mengaku jasanya juga sering dipakai untuk klien yang hanya ingin update di media sosial. 

Konsepnya mulai dari outfit of the day (pakaian yang dikenakan hari ini), foto pernikahan, baby shower, jalan-jalan, foto kehamilan, hingga lahiran.

"Enggak cuma sebulan, hampir tiap hari kami dapat order untuk foto-foto seperti itu. Mulai dari klien, pengantin, selebritis sampai sosialita," kata dia. 

"Sepertinya saya memiliki ciri khas dan karakter sehingga itu menjadi point selling saya," ujar Rio yang menolak menyebutkan tarif jasa fotografer dari studio yang dikelolanya.

Candu Sosmed

Jessica mengaku tidak bisa menghentikan jarinya memposting foto di media sosial. Meski tidak melulu menggunakan jasa fotografer, Jessica juga masih mengandalkan smartphone untuk memposting foto.

“Hampir setiap hari saya posting foto di akun social media saya,” kata wanita yang sering disapa Jedar ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jedar menolak jika dia dan pasukan Girls Squad-nya dianggap pamer dan narsis. Dia dan teman-temannya itu memang suka difoto dan setiap foto yang dijepret memiliki arti.

"Pamer sih enggak ya. Kami memang suka difoto. Setiap foto itu punya arti. Setiap momen enggak bisa digantikan dengan momen lainnya. Makanya kami abadikan lewat foto," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut