Direktur Utama PT Len Industri, Zakky Gamal Yasin

Kita Bisa tapi Butuh Dukungan Pemerintah

Zakky Gamal Yasin Presdir PT Len Industri
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Sejauh ini selain support industri hulu, apalagi kendala yang dihadapi?

img_title Pengadaan 200 Mobil Listrik Didukung Pembiayaan, Ekosistem EV Terus Tumbuh

Kalau untuk di luar elektronik pertahanan memang kita sangat-sangat tergantung dengan program pembangunan pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagaimana dengan anggaran?

img_title Mobil Listrik Tak Cukup Canggih, Mulai 2027 Wajib 60 Persen Lokal

Kalau anggaran kan memang kami sudah disuruh nyari sendiri. 

Bagaimana dengan pendapatan PT Len?

img_title Dari Lamborghini sampai Mobil Listrik, Tangan Modifikator Indonesia Mulai Mendunia

Kita tahun 2018 kemarin membukukan Rp5.2 triliun. Dan ini cukup signifikan naiknya. Tahun 2016 masih Rp2.5 triliun.

2017?

2017 Rp4.2 triliun. Jadi memang setiap tahun mengalami kenaikan. Terus dari laba juga kita 2017 itu Rp60 miliar, 2018 sekitar Rp130 miliar.

Kontribusi terbesar dari apa?

65 persen dari sistem transportasi. Persignalan hampir setengahnya. 

Apa target Anda?

Pertama, mendukung program pemerintah. Kedua, saya ingin meningkatkan Len ini ke arah yang lain. Kita sebagai perusahaan teknologi harus bisa menjawab solusi-solusi terbaru untuk stakeholder kita. Makanya kita sekarang mendidik engineering-enginering muda untuk menjawab tantangan itu. 

Berapa total jumlah engineering di PT Len?

Kita pegawai itu total sekitar 600-an. Yang organik itu ya. Tapi kalau total semua project ada 1.500-an. 

Bagaimana cara Anda meningkatkan kinerja perusahaan?

Aset utama Len itu orang. Kalau Pindad, PAL itu kan mereka memang punya pabrik yang besar. Nah, bagaimana saya membuat agar teman-teman itu nyaman kerja, apalagi milenial, makanan nggak cocok aja bisa pindah dia. Jadi sekarang saya lagi membangun suasana kerja yang nyaman untuk mereka. Dan sejauh ini mereka bisa nyaman ya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apa harapan Anda?

Untuk membangun Indonesia secara teknologi, tenaga engineering Indonesia sudah siap sebenarnya. Tapi untuk membangun industri perlu dukungan pemerintah. Untuk mengembangkan teknologinya, kita bisa. Tapi menjadikan suatu industri kita butuh support atau political will dari pemerintah. (art)

Ilustrasi charger SPKLU tersangkut di mobil listrik

Produsen Mobil Listrik Dapat Fasilitas Pemerintah, Ada Sanksi Jika Ingkar

Produsen mobil listrik mendapat insentif pemerintah, tetapi wajib memenuhi komitmen produksi dan TKDN. Gagal memenuhi target, insentif yang diterima bisa dikenai sanksi.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut