Kita Bisa tapi Butuh Dukungan Pemerintah
- VIVA/Muhamad Solihin
Sejauh ini selain support industri hulu, apalagi kendala yang dihadapi?
Kalau untuk di luar elektronik pertahanan memang kita sangat-sangat tergantung dengan program pembangunan pemerintah.
Bagaimana dengan anggaran?
Kalau anggaran kan memang kami sudah disuruh nyari sendiri.Â
Bagaimana dengan pendapatan PT Len?
Kita tahun 2018 kemarin membukukan Rp5.2 triliun. Dan ini cukup signifikan naiknya. Tahun 2016 masih Rp2.5 triliun.
2017?
2017 Rp4.2 triliun. Jadi memang setiap tahun mengalami kenaikan. Terus dari laba juga kita 2017 itu Rp60 miliar, 2018 sekitar Rp130 miliar.
Kontribusi terbesar dari apa?
65 persen dari sistem transportasi. Persignalan hampir setengahnya.Â
Apa target Anda?
Pertama, mendukung program pemerintah. Kedua, saya ingin meningkatkan Len ini ke arah yang lain. Kita sebagai perusahaan teknologi harus bisa menjawab solusi-solusi terbaru untuk stakeholder kita. Makanya kita sekarang mendidik engineering-enginering muda untuk menjawab tantangan itu.Â
Berapa total jumlah engineering di PT Len?
Kita pegawai itu total sekitar 600-an. Yang organik itu ya. Tapi kalau total semua project ada 1.500-an.Â
Bagaimana cara Anda meningkatkan kinerja perusahaan?
Aset utama Len itu orang. Kalau Pindad, PAL itu kan mereka memang punya pabrik yang besar. Nah, bagaimana saya membuat agar teman-teman itu nyaman kerja, apalagi milenial, makanan nggak cocok aja bisa pindah dia. Jadi sekarang saya lagi membangun suasana kerja yang nyaman untuk mereka. Dan sejauh ini mereka bisa nyaman ya.
Apa harapan Anda?
Untuk membangun Indonesia secara teknologi, tenaga engineering Indonesia sudah siap sebenarnya. Tapi untuk membangun industri perlu dukungan pemerintah. Untuk mengembangkan teknologinya, kita bisa. Tapi menjadikan suatu industri kita butuh support atau political will dari pemerintah. (art)