- VIVA/M Ali Wafa
Kebijakan apa?
Pertama kesiapan kapal akan kita tambah, kemudian kesiapan tugboat untuk persiapan menarik kapal, kemudian meningkatkan caseless.Â
Apakah sudah melalui perhitungan yang matang?
Iya. Semua sudah kita perhitungkan matang. Dan nanti juga kepolisian akan membantu kita kalau memang kantong parkirnya di dalam area pelabuhan itu terlampau penuh, nanti kita juga sudah koordinasi dengan pihak Jasa Marga, kalau nanti ada penumpukan kendaraan nanti bisa dialihkan ke jalan nasional. Dan itu sudah masuk dalam protap kita dengan kepolisian dan pihak Jasa Marga.
Kesiapan menghadapi libur Nataru tiap tahun semakin baik. Bisa dijelaskan?
Kalau dibandingkan lima tahun lalu, manajemen untuk mengatasi arus mudik libur hari raya, dan Natal dan tahun baru ini semakin membaik.
Proses apa yang membuat itu bisa terjadi?
Kuncinya ada pada koordinasi, kemudian komunikasi. Kita mengajak kepada masyarakat untuk berpartisipasi bersama, tidak bisa pemerintah melakukan effort sendiri tanpa ada andil atau peran dari masyarakat. Makanya saya terus terang saja, peran media untuk menyosialisasikan kepada masyarakat itu sangat penting.Â
Panglima TNI dan Kapolri memimpin apel siaga pengamanan Nataru
Berapa banyak petugas yang dilibatkan?
Kalau polisi saya lihat cukup banyak sekali, dan mereka sangat siap sekali. Harapan saya Dishub-dishub di provinsi dan kabupaten juga turun bersama-sama untuk mengamankan libur Nataru. Saya juga meminta agar dinas di daerah bekerja sama dengan polisi guna mengamankan wilayahnya. Saya kan membuat tim teknis untuk mengatasi kendaraan yang memiliki problem-problem di jalur tol dan jalur selatan. Saya harap bupati-bupati juga membuat tim yang sama, mempersiapkan tim teknis yang khusus membantu masyarakat di musim libur Natal dan tahun baru ini.
Bagaimana dengan masalah anggaran?
Saya melihat itu memang butuh anggaran. Tapi kalau niat kita untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu masyarakat, saya rasa anggaran itu tidak jadi hambatan. (art)