Indonesia Travel X-Change Go Digitalkan Joglosemar

Menteri Pariwisata Arief Yahya
Sumber :
  • Viva.co.id/Linda Hasibuan

“Kalaupun ada yang tidak beres, pihak payment gateway nya yang akan bertanggung jawab, bukan suplayer, distributor, apalagi customers,” kata dia.

img_title Kabar Terbaru Labuan Bajo Usai Diguncang Gempa, Kemenpar Ungkap Kondisi Destinasi Wisata Terkini

Kedua, lanjut Claudia yang menyebut dirinya ladies backpacker itu juga mengulang benefit plus plus yang tidak akan ditemukan di industri IT manapun. Misalnya, akan diberikan template website gratis, yang jika di-developed sendiri, membutuhkan tenaga IT 5-6 orang serta waktunya paling cepat 6 bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Website gratis yang kami sediakan, cukup menyiapkan 1 orang IT saja, jika dari nol, paling lama 6 minggu sudah bisa online. Jika materi paket, promo, desain-desain foto dan infografisnya sudah siap, tidak sampai satu minggu sudah bisa running. Jika membangun web professional sendiri minimal Rp75-100 jutaan,” kata Claudia.

img_title 986 Wisatawan di Pulau Padar Berhasil Dievakuasi Usai Gempa M 7,7 NTT

Ketiga, ITX juga sudah menyiapkan mesin booking system dan payment system-nya. Sehingga akan terintegrasi dalam satu platform, dari look, book, dan pay sekali online, di computer atau smartphone yang sama.

“Kalau fasilitas ini dibangun sendiri, membutuhkan biaya sekitar Rp300 jutaan. Tapi semua digratisnya untuk pelaku bisnis pariwisata,” ujar Claudia.

img_title Tren Positif Pariwisata Semester I 2026 Jadi Modal Kuat Ekonomi Nasional

Samsriyono Nugroho, Stafsus Menpar Bidang IT menambahkan, bahwa ITX sendiri tidak berbisnis di travel agent, bukan OTA (online travel agent), tidak berbisnis yang terkait 3A (akomodasi, akses, atraksi). ITX betul-betul hanya perusahaan IT yang menyediakan platform dan mensiplifikasi proses antara suplay dan demand. ITX hanya membuka pasar yang lebih luas, sampai ke mancanegara.

“Nah, inilah yang sering dikatakan Pak Menpar Arief Yahya sebagai More Digital More Global,” ujar Sam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Siapa saja yang bisa bergabung di ITX ini? Siapa saja, pelaku industri pariwisata, yang sudah berbadan hukum, baik yang masih kecil maupun yang sudah besar. Baik yang bergerak di akomodasi, akses, mapun atraksi, seperti merchandise, tour guide, dan apa saja yang hendak dipasarkan melalui platform ini. Baik yang sudah punya booking dan payment system, maupun yang belum.

“Kalau tidak segera bergabung, saying banget,” kata Samsriyono yang Mantan Dirut PT Lintas Arta yang produknya teknologi ATM Bersama itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut