Indonesia Travel X-Change Go Digitalkan Joglosemar
- Viva.co.id/Linda Hasibuan
Di sana hadir juga Kadispar DIY, Aries dan Kadispar Jateng Prasetyo. “Kami terus mendorong industri untuk semakin kreatif menjual paket-paket baru yang makin menarik dan kompetitif. Kita ini sebagai pemberi jasa atau service atas produk (paket wisata, red), harus selalu memahami perkembangan selera customers atau pasar. Dan pasar itu terus bergerak, kalau gerakan kita tidak matching dengan keinginan pasar, maka tidak akan pernah ketemu demand and supplay-nya,” kata Rizki.
Tentu, saluran sales-nya tetap akan mengoptimalkan Go Digital melalui Digital Market Place. Tetapi apa yang harus dijual? Paket apa yang harus dikreasi? Apa yang sedang dibutuhkan pasar ASEAN? “Itulah concern kami, agar tidak monoton dan akhirnya kita ketiggalan dengan Negara lain yang lebih agresif dan lebih menarik,” ujar dia.
Presiden Joko Widodo juga tergolong pro digitalize, pro go digital. Saat bertemu dispora Indonesia di Shanghai lalu, Presiden mengingatkan agar belajar dari Jack Ma, pendiri Alibaba.Com, yang menjadi platform belanja online terbesar di dunia. DMP Kemenpar ini, adalah jawaban konkret, nyata dan implementatif yang dilakukan Menpar Arief Yahya. (webtorial)