NU Versus NU

Pojok KC - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa, background bendera NU.
Sumber :
  • tim tvonenews

SEORANG teman yang saya tahu tengah gundah dengan perkembangan situasi politik terakhir tiba-tiba menulis di laman media sosialnya: “Payung sampeyan besar dan luas Mas, bisa menaungi banyak orang dan kalangan, eman hanya dipakai untuk segelintir orang.”

img_title Jokowi sebut Isu Ijazah Gibran adalah Operasi Politik, Denny Indrayana Singgung Cawe-cawe Pilpres 2024

Ia orang yang berkhidmat di Nahdlatul Ulama (NU) sejak lama. Berbeda dengan sejumlah rekannya, ia memilih sebagai jam'iyah NU kultural. Ia aktif mendampingi warga nahdliyin di akar rumput. Di wilayahnya ia banyak mempertemukan eks tahanan politik korban gegeran 1965 ke komunitas warga nahdliyin. Dengan itu ia ingin meretas rekonsiliasi dari bawah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saya tahu ia sedang gelisah pada kecenderungan terlibatnya struktur Pengurus Besar NU (PBNU) masuk terlalu dalam pada kontestasi pilpres 2024. Teman saya tak sendirian. Sinyalemen PBNU mulai “tidak lurus” di relnya juga disoal oleh tokoh muda NU, Nadirsyah Hosen yang biasa disapa Gus Nadir.

img_title Respons Menohok PDIP Terkait Pernyataan Jokowi: Lolosnya Gibran Karena Operasi Politik

Gus Nadir yang biasanya bergelut dengan soal-soal menara gading, tiba tiba mau muncul dan mengurusi soal pertarungan politik pastilah karena keadaan terlanjur runyam. Dari diskusi dengan Kiai sepuh, Gus Nadir mendapat laporan PBNU mengerahkan seluruh pengurus mulai dari tingkat dan wilayah dari seluruh Indonesia di Surabaya pada 7 Januari 2024. Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam Miftachul Akhyar hadir dalam pertemuan. Isi pertemuan menyebut adanya dawuh tidak tertulis untuk memenangkan pasangan nomor urut dua Prabowo-Gibran.

Pertemuan tertutup memang mudah dibantah, namun statement yang keluar dari pimpinan PBNU sangat mudah diikuti arahnya. 

img_title Putin Beri Ucapan Ultah ke-75 untuk Prabowo, Singgung Wibawa Indonesia di Mata Dunia

"Barangsiapa yang memuliakan para pemimpin dalam segala lapisan maka Allah akan memuliakan. Barangsiapa yang menghinakan presiden dan wakil presiden, mereka meremehkan semuanya pimpinan organisasi, Allah akan membalasnya," kata kata Miftachul Akhyar dalam sambutannya pada acara Harlah ke-78 Muslimat NU di GBK, Jakarta, Sabtu (20/1/2024) yang dihadiri Presiden Jokowi yang kini tengah berperan ganda: sebagai king maker untuk pasangan Prabowo-Gibran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya sebagian elit PBNU seperti memutar lagi lagu lama yang pita kasetnya sudah kusut dan nyaris sumbang suaranya.

Pertentang pertentangan lama diungkap hanya untuk meraih dukungan massa NU akar rumput untuk salah satu paslon. Sekjen PBNU Saifullah Yusuf secara gamblang di sebuah acara NU meminta warga Nahdliyin tak memilih paslon yang didukung oleh Abu Bakar Baasyir dan Amien Rais. Gus Ipul beralasan Abu Bakar Baasyir dan Amien Rais memiliki pemahaman yang berseberangan dengan cara berpikir Nahdlatul Ulama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut