Energi Kreatif Purwokerto

Pojok KC - Kolase Foto Energi Kreatif Purwokerto
Sumber :
  • tim tvonenews.com

ADAKAH kota yang punya karakter budaya yang kuat, berdaya secara ekonomi dan paling nyaman untuk ditinggali di Indonesia? Jika pertanyaan itu ditanyakan pada saya, dengan yakin saya akan menyebut Purwokerto.

img_title Esti Wijayati Dorong Dukungan Anggaran untuk Revitalisasi Cagar Budaya

Selama tiga hari pada akhir pekan lalu, saya berada di Purwokerto dan menemukan potret kota yang terus ingin bergerak maju, tumbuh organik, seraya tetap mempertahankan karakter khasnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Purwokerto misalnya tak perlu membangun lokasi lokasi wisata dengan nama-nama “aneh”, plang plang destinasi yang “wagu” dengan huruf besar besar menutupi keindahan lansekap kota agar bisa viral di media sosial. Pemerintah Kabupatennya tak perlu menciptakan bangunan-bangunan artifisial, dengan desainnya meniru sejumlah bangunan ikonik  milik kota-kota di dunia, seperti Santorini, gerbang Bradenburg di Jerman, Tower Bridge di Inggris agar terkesan instagramable untuk warganya. 

img_title Jangan Asal Beli Tiket Konser Online, Modus Palsu di Media Sosial Makin Beragam

Purwokerto cukup tampil sebagai dirinya yang utuh: sebuah ibu kota dari eks karesidenan Banyumas yang sejak dahulu memang sudah kosmopolitan. Dalam satu hari saja pada akhir Juni yang basah oleh hujan, saya menemukan banyak keriuhan yang menggambarkan wajah sebuah kota yang warganya berbahagia. 

img_title Lego Skylines Bawa Gaya Bermain Santai yang Bisa Menarik Penggemar Minecraft

Di GOR Satria Banyumas yang berada di tengah kota,  saya menyaksikan meriahnya ajang pemecahan rekor Festival Seribu Lengger. Saat ribuan jemari lentik mengibaskan selendang ke angkasa mengikuti irama musik calung, semua warga berteriak gembira. 

Saat puncak acara, kembang api warna warni ditembakkan persis  di atas kompleks olah raga tersebut. 

Esoknya giliran Forum Alumni Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri --kebetulan kini saya yang ketiban pulung untuk menakodainya-- membuat keriaan. Kami mengundang dua band, Padi Reborn dan D Masiv  yang juga disambut suka cita warga Purwokerto. Sepanjang pertunjukan mereka bernyanyi bersama dengan Fadly dan Rian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demikian, Purwokerto mengalami kemajuan pesat dibandingkan ketika seperempat abad lalu saya menghabiskan masa muda di kota ini. 

Banyak bangunan baru berdiri. Yang paling terasa, ekonomi menggeliat di berbagai tingkatannya. Cara mengeceknya adalah saya datangi beberapa pasar tradisional. Pagi hari-tentu sambil lari pagi-saya ke Pasar Manis yang bersih dan rapih itu. Di sini sejak azan syubuh berkumandang pun, ratusan pedagang dan pembeli sudah tumplek blek untuk berniaga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut