Terima Kasih Veddriq, Rizki dan Gregoria!
- tim tvonenews
![]()
Torehan Rizki mengakhiri penantian panjang 24 tahun lamanya. Sejak Olimpiade Sydney 2000 cabang angkat besi mengirimkan puluhan atlet dengan prestasi terbaiknya hanya meraih medali perak.
Tak ada jalan lurus untuk prestasi, Rizki dilatih oleh ayahnya, Muhammad Yasin dengan keras dan disiplin. Sejak kecil Rizki tak dibolehkan menawar menu latihan yang disodorkan sang ayah yang mantan lifter nasional. Apapun kesakitan dan penderitaan disebut Yasin sebagai risiko pada pilihan Rizki yang ingin jadi lifter nasional mengikuti jejak Yasin.
Di rumah, Yasin menggembleng Rizki nyaris setiap saat. Meski sangat kelelahan, Rizki kadang tak bisa “protes” karena sang ayah memang perangainya sangat keras. Jika sedang berada pada batas kelelahan, Rizki hanya meminta izin untuk pergi ke toilet. Sambil pura-pura buang air, sesungguhnya Rizki menangis di dalam kamar kecil.
Suatu ketika saat Rizki menangis sesenggukan di kamar kecil, sang ibu memergoki. “Kiki capek Ma,” ujar Rizki sambil meminta dipeluk ibunya, Yeni Rohaeni Durachim.
Bagi Rizki sang ibu adalah motor yang menggerakkan energinya. Ketika selebrasi kemenangan, Rizki menyambangi ibunya yang setia menyaksikan dari bangku tribun. Dengan kasih sayang, Yeni mengusap rambut dan mencium wajah Rizki. Barangkali setelah pelukan hangat ibunda semua kelelahan hilang.
![]()
Berkat Veddriq dan Rizki kini bakal banyak anak-anak yang mau berlatih panjat tebing dan bermimpi jadi lifter. Bakal tidak sulit bagi pembina untuk mencari calon-calon atlet karena banyak pemuda yang punya mimpi ingin seperti Veddriq dan Rizki.
Ihwal bulutangkis yang kali ini tak melanjutkan tradisi emas Olimpiade-nya kita memang kecewa. Bulutangkis hanya memperoleh medali perunggu lewat Gregoria Mariska Tunjung.
Dengan reputasi dan konsistensi sebagai bagian elit bulutangkis dunia, federasi bulutangkis, PBSI saya kira mudah untuk mengevaluasi kelemahan kontingen bulutangkis kita agar kembali masuk "track" emas Olimpiade.
![]()
Pelajaran dari Paris 2024 yang lain adalah ternyata dunia olahraga kita masih bisa mencatat sejarah.
Kita tahu setelah Olimpiande Barcelona 1992, Indonesia akhirnya bisa kembali menggondol dua medali emas. Hebatnya, dua medali itu diraih di luar cabang bulu tangkis. Semoga ini menyadarkan kita punya potensi olah raga yang besar di banyak cabang olahraga. Melihat Veddriq dkk berlatih dengan alat seadanya tapi bisa bicara di tingkat dunia prospek cabang ini sangat menjanjikan di masa depan.