Franz Magnis Heran SBY Jadi Peragu

VIVAnews - Tokoh masyarakat yang sekaligus rohaniawan, Franz Magnis Suseno mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak tegas menyikapi rekomendasi Tim 8 terkait kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah. Dia menyatakan heran dengan sikap SBY itu.

"Saya heran kenapa setelah beberapa hari menjabat, dia (SBY) jadi begitu peragu, bekerja tidak dengan mantap," kata Franz Magnis Suseno usai menggelar jumpa pers bersama mantan presiden Abdurrahman Wahid di kantor PB NU, Jakarta, Selasa 24 November 2009.

Dia berharap, SBY bisa belajar dari reaksi keras yang muncul atas sikap yang dia ambil. Reaksi keras terhadap sikap plin-plan itu, lanjut dia, harus jadi pembelajaran. "Kita harus meyakinkan SBY untuk berani menangani masalah-masalah, terutama korupsi," kata dia.

Namun demikian, Franz Magnis mengatakan tidak setuju dengan adanya desakan agar SBY mundur dari jabatannya karena kasus ini. "Saya tidak mendesak mundur, tapi mendesak untuk belajar dari peristiwa ini," kata dia.

Seperti diketahui tadi malam SBY memberikan pidato tanggapannya terhadap rekomendasi Tim 8 atas kasus dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Beberapa kalangan menilai SBY tidak memberikan keputusan yang jelas dengan rekomendasi tersebut. SBY justru dinilai memberikan
putusan yang mengambang.

img_title Status Darurat Karhutla di Kapuas Kalteng Diperpanjang hingga 29 September
Presiden AS Donald Trump.

DPR Tolak Pemakzulan Trump

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) menolak resolusi pemakzulan Presiden Donald Trump. Sebanyak 232 anggota parlemen menolak dan 147 mendukung

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut