5 Roket dari Irak Hantam Pangkalan Militer Amerika di Suriah

VIVA Militer: Serangan roket milisi pro-Iran di wilayah Irak
Sumber :
  • X/@LarryDJonesJr

VIVA – Sebuah basis Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces) di wilayah Kharab al-Jir, Suriah, Minggu 21 April 2024 malam waktu setempat. 

BNN RI Akhiri Lawatan Kerja di USA dengan Mengunjungi Pos Lintas Batas Ysleta El Paso

Menurut laporan yang dilansir VIVA Militer dari Mirror, suara ledakan terdengar sangat keras di ladang minyak Omar, sebelah timur Deiz ez-Zor.

Tercatat ada lima roket dan drone yang merusak pangkalan militer Amerika tersebut. Hal ini dilaporkan oleh jurnalis Sama TV, Mohammed Daba, melalui akun X (Twitter) pribadinya.

Tentara Cadangan Israel Ancam Akan Berontak jika Tidak Menang lawan Hamas

Menurut Deib, ada korban yang jatuh akibat serangan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, belum dijelaskan secara rinci terkait jumlah korban tewas maupun luka-luka.

VIVA Militer: Pangkalan militer Amerika Serikat di Suriah dihantam roket

Photo :
  • X/@ferozwala
Joe Biden's Campaign Opens Job Vacancy for a Meme Manager

"Sumber lokal mengonfirmasi bahwa ada korban langsung di hanggar kendaraan pangkalan pendudukan Amerika di Kharab al-Jir," ucap Deib.

"(Korban jatuh) setelah mereka menjadi sasaran 5 proyektil, termasuk rudal dan sebuah drone, di tengah peringatan keamanan Amerika di pangkalan itu dan sekitarnya," katanya.

Serangan rudal tersebut dilaporkan berasal dari wilayah Irak, dan diyakini adalah telah direncanakan oleh kelompok yang didukung oleh pemerintah dan militer Iran.

Sebab beberapa hari lalu, militer Irak menyerang sebuah pangkalan militer yang berisi sejumlah milisi pro-Iran. Selain mengalami kerusakan ledakan, serangan itu  menewaskan seorang tentara bayaran Iran serta melukai delapan lainnya. 

Sebab, serangan ini bukan yang pertama kali terjadi terhadap basis tentara Amerika di Suriah. Pada Februari 2024 lalu, pangkalan militer Amerika juga menjadi target serangan rudal dan roket.

Dalam laporan lain yang dikutip VIVA Militer dari The Sun, serangan ini terhadi usai Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia al-Sudani, baru saja tiba dari Washington usai bertemu dengan Presiden AS, Joe Biden.


 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya